TORONTO, CEKLISSATU - Empat orang tewas dan hampir 900 ribu rumah mati listrik setelah badai hebat menerjang provinsi Ontario dan Quebec di Kanada timur. Polisi Ontario mengatakan, tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka karena badai petir.
Badai melanda Ontario dan Quebec pada Sabtu 21 Mei 2022 sore waktu setempat dan berlangsung lebih dari dua jam. Fenomena cuaca itu membawa kekuatan tornado, menyebabkan kehancuran di beberapa bagian di dua wilayah Kanada tersebut.
Reuters melansir, embusan angin dengan kecepatan 132 km per jam membuat pohon-pohon tumbang, mencabut tiang-tiang listrik, dan merobohkan banyak menara transmisi logam. Empat orang tewas tersebar dibeberapa kota.
Hingga Senin 23 Mei 2022, sejumlah perusahaan listrik sibuk memulihkan jalur transmisi yang terputus.
"Sebagian besar listrik padam akibat jaringan tertimpa pohon tumbang," kata pihak berwenang.
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau mengatakan, pemerintah siap membantu korban dan warga yang terdampak bencana itu.
“Kami memikirkan semua orang yang terkena dampak, dan berterima kasih kepada kru yang bekerja untuk memulihkan listrik,” cuit Trudeau di Twitter pada Minggu.
Hydro One H.TO, perusahaan distribusi listrik terbesar di Ontario, pada hari yang sama menyatakan dalam sebuah tweet bahwa timnya telah merespons kerusakan yang signifikan. Otoritas cuaca Kanada pun telah mengeluarkan peringatan tentang badai petir yang parah.
Menurut Hydro One, krunya telah memulihkan listrik ke lebih dari 360.000 pelanggan. Namun, sampai hari ini, masih ada lebih dari 226.000 pelanggan tanpa listrik.
"Upaya pemulihan kemungkinan akan berlanjut selama beberapa hari sebelum listrik dipulihkan ke semua pelanggan,” kata perusahaan itu.