RECIFE, CEKLISSATU - Pemerintah Brasil mengatakan setidaknya 106 orang tewas dan 10 lainnya masih hilang dalam bencana banjir. Sementara hujan deras masih mengguyur kota-kota di sebelah utara negara itu selama enam hari berturut-turut.

Gubernur Negara Bagian Pernambuco, Paulo Camara, mengatakan prioritas pemerintahnya adalah menemukan orang-orang yang masih hilang karena longsor dan banjir.

"Kami tidak akan berhenti sampai menemukan yang hilang, ini titik paling penting saat ini," kata Camara pada media setempat, Rabu 1 Juni 2022.

Jumlah itu kemungkinan akan meningkat mengingat saat ini tim penyelamat masih terus mencari korban hanyut maupun tertimbun longsor.

Kekuatan tanah longsor memporakporandakan rumah-rumah warga termasuk Jardim Monteverde, sebuah pemukiman padat penduduk di lingkungan miskin di luar kota Recife.

Petugas penyelamat telah menemukan puluhan mayat terkubur di lumpur yang mengoyak wilayah itu pada Sabtu 28 Mei 2022. Petugas menyebutkan tim kemungkinan akan menemukan lebih banyak lagi korban.

"Sedikitnya 14 orang masih hilang," kata pejabat manajemen bencana untuk negara bagian Pernambuco, lokasi terbaru dari serangkaian bencana cuaca mematikan yang melanda negara itu dalam beberapa bulan terakhir seperti dikutip dari France24, Selasa 31 Mei 2022. 

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, memposting video di Twitter yang menunjukkan dia terbang menggunakan helikopter memantau zona bencana di mana air banjir berwarna coklat menggenangi area yang luas dan bekas lumpur di lereng bukit tempat rumah-rumah pernah berdiri.

"Saya mencoba mendarat, tetapi rekomendasi pilot adalah mengingat ketidakstabilan tanah, kami bisa mengalami kecelakaan. Jadi kami memutuskan untuk tidak melakukannya," kata presiden sayap kanan itu dalam konferensi pers.

Dia mengingatkan serangkaian banjir dahsyat di Brasil yang telah menewaskan ratusan orang dalam beberapa bulan terakhir, dan yang menurut para ahli diperparah dampak dari perubahan iklim.