Semua diarahkan untuk memperkuat sistem transportasi massal modern yang ramah lingkungan serta mendukung visi Bogor sebagai smart city, green city, dan heritage city.
Dedie Rachim menjelaskan berbagai rancangan infrastruktur skala kota diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru sekaligus mengurangi ketimpangan antarwilayah.
Di antaranya ada pembangunan Bogor Interchange yang didesain menyerupai daun semanggi empat menjadi salah satu prioritas. Proyek ini diharapkan dapat mengurai penumpukan kendaraan di pintu masuk kota.
Baca Juga: Komisi IV DPR: Bulog dan Modernisasi Pertanian Berperan dalam Ketahanan Pangan
Selain itu, Pemkot juga tengah menyiapkan Transit Oriented Development (TOD) Baranangsiang dan TOD Bubulak sebagai pusat transit dan penyangga kawasan Dramaga.
“Kita punya IPB yang sudah menjadi world class university, masa jalannya masih dipenuhi angkot? Harus kita perbaiki. TOD Bubulak nantinya bisa jadi hub dengan fasilitas hotel dan layanan transportasi terpadu,” jelas Dedie Rachim.
Kemudian, ia juga menjelaskan perencanaan Bogor Inner Ring Road (BIRR) yang direncanakan akan menjadi sepanjang 11,4 km dan saat ini Pemkot Bogor telah memiliki 7 km.