“BIRR sepanjang 11,4 km, kita sudah punya 7 km. Ini akan menyambung dari Wangun, Sindangsari, Rancamaya, hingga Mulyaharja. Lalu Kehadiran double track akan mendongkrak ekonomi Bogor Selatan,” katanya.
Dedie juga menambahkan rencana pengembangan transportasi Biskita dengan dua koridor tambahan bersubsidi dan dua non-subsidi, serta rencana pembangunan Tram Pakuan dengan 17 halte sebagai penghubung sistem transportasi perkotaan ketika LRT masuk ke Bogor.
Selain itu, revitalisasi Stadion GOR Pajajaran, pembangunan Bumi Ageung Batutulis sebagai pusat edutainment, Grand City Hall, dan kantor pemerintahan baru di Katulampa juga menjadi bagian dari agenda pembangunan jangka menengah.
“Ini semua kita lakukan bukan semata-mata karena visi misi atau mimpi saja, tapi ini sudah menjadi keinginan para Wali Kota terdahulu dan tentunya kita harus sama-sama berkomitmen untuk mewujudkan hal ini,” ucap Dedie Rachim.
Baca Juga: Perkuat Sinergitas Dua Daerah, Pemkab dan Pemkot Bogor Bahas Enam Isu Strategis Pembangunan
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menambahkan bahwa terdapat 12 program prioritas pembangunan infrastruktur yang dirancang untuk mengurangi kemacetan, memperkuat konektivitas, sekaligus membuka ruang investasi baru di berbagai kawasan Kota Bogor.
“Fokus utama kita ada pada pembangunan jalan strategis. Jalan R2 sepanjang 5,5 km yang akan dikerjakan bertahap hingga 2030. Jalan ini akan menjadi akses penting dari KS Tubun hingga perbatasan kota, termasuk pembangunan jalan layang di sekitar IPAL Tegal Gundil,” jelas Esti.
Selain itu, Esti menyebut pembangunan Jalan R3 sepanjang lebih dari 3 km yang mencakup Jembatan Katulampa dengan bentang 60 meter akan dimulai pada 2026.
Program besar lainnya adalah Bogor Inner Ring Road (BIRR) sepanjang hampir 7 km, yang akan menghubungkan Wangun, Pamoyanan, Mulyaharja, hingga Rancamaya. Pembangunan BIRR juga mencakup jembatan sepanjang 200 meter yang melintas di atas Sungai Cisadane dan jalur double track Bogor–Sukabumi.
“Harapannya, infrastruktur yang dibangun tidak hanya memperlancar lalu lintas, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga Kota Bogor,” tutup Esti.