“Tugas kita adalah sama-sama menemukan orang yang terkena TBC di lingkungan sekitar kita. Kemudian memberikannya obat, dan mengobatinya sampai selesai, dan siapapun yang tinggal satu rumah dengan penderita TBC juga diberikan obat pencegah penularan,” terang Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga: Demi Kelancaran Kabogorfest 2025, Pemkab Bogor Siagakan 50 Personel Atur Parkir dan Lalu Lintas

Budi Gunadi Sadikin berharap, semoga ini bisa menjadi inspirasi, menjadi contoh untuk desa-desa lainnya di Indonesia. Agar bisa segera menuntaskan penyakit TBC yang menjadi salah satu program Presiden Prabowo Subianto.

Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty menjelaskan, hari ini menerima kunjungan Menkes dalam rangka penguatan gerakan bersama Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) sebagaimana kita ketahui Desa Klapanunggal ditetapkan sebagai Desa Siaga TBC yang sudah memenuhi beberapa indikator.

“Diantaranya desa mandiri yang memiliki kader-kader yang berhasil melakukan investigasi kepada pasien-pasien terinfeksi TBC,” jelas Fusia Meidiawaty.

IMG_20250611_150931.webp
APRESIASI: Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan terima kasih kepada Desa Klapanunggal sebagai Desa Siaga TBC, yang sudah proaktif menemukan pasien TBC dan pengobatannya sampai selesai dan sembuh, Rabu (11/06/2025).

Ia menambahkan, yang terpenting adalah, mereka sudah berhasil meningkatkan penemuan kasus TBC. Semakin banyak kita menemukan kasus maka semakin baik. 

Baca Juga: Pasca Longsor Sampah TPAS Galuga, Pemkab Bogor Gerak Cepat Alokasikan Anggaran Penanganan

TBC adalah penyakit infeksi menular, maka harus diinvestigasi korban dan keluarganya agar tidak meningkatkan penularan.