BOGOR, CEKLISSATU - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor bersama Komite Kabupaten Bogor Ekonomi Kreatif (KABEKRAF) menggelar Festival Ekraf 2025 bertema “Dari Akar Budaya, Tumbuh Karya Mendunia”, yang menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan ka rya serta memperkuat identitas budaya daerah pada Minggu 30 November 2025.

Taman Siliwangi disambut dengan pagi yang sejuk, saat ratusan masyarakat hadir menikmati suasana Car Free Day (CFD). Di tengah keramaian itu Ekraf menjadi pusat perhatian, melalui sederetan tarian dan musik yang ditampilkan, serta iringan angklung yang memanggil pengunjung mendekat. Semarak para pelaku usaha kreatif juga menampakkan produk unggulannya. 

Festival Ekraf 2025 resmi dibuka dengan penampilan tarian tradisional yang memukau, menjadi gambaran keberagaman budaya Kabupaten Bogor, sekaligus memantik suasana meriah di awal mulainya acara. Rangkaian pertunjukan kemudian dilanjut dengan penampikan Sound of Angklung, Teater MB Cast Crew, dan musik dari GI Reggae. 

Baca Juga: Kabekraf dan ACSI Bikin Pengusaha Ekraf Melek Cuan dengan Literasi Keuangan

Rangkaian acara utama diikuti dengan peluncuran buku produktif Ekraf 2025 bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang memberikan apresiasi kepada para pelaku seni dan ekonomi kreatif. Dalam momen itu, pemerintah tengah menyiapkan berbagai fasilitas publik, termasuk revitalisasi Gedung Kesenian dan pembangunan Siliwangi Theater, sebagai ruang ekspresi baru bagi seniman lokal. 

“Alun-alun kita bangun revitalisasi di 2026 termasuk Masjid Agung Baitul Maijin sekarang sedang dilakukan pengecatan, perbaikan kebocoran, pemasangan eskalator, perbaikan tempat duduk, kemarin menara kita bongkar satu karena kondisinya, agak miring. Jadi akan terhubung Taman Siliwangi, Alun-alun Tebet Beriman, Masjid Agung Baitul Maijin dengan Siliwangi Theater,” ujar Rudy.