Menurut Ari, Ferry dikenal sebagai pribadi yang baik dan cukup aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, meski dalam beberapa tahun terakhir intensitasnya berkurang karena kesibukan pekerjaan.


“Pak Ferry orangnya baik dan dulu aktif bermasyarakat. Namun setelah menjabat sebagai pengawas di KKP, kesibukannya meningkat sehingga jarang berada di rumah,” tuturnya.


Ari menambahkan, Ferry kerap melakukan perjalanan dinas ke luar kota hampir setiap pekan sehingga jarang bertemu dengan warga.
“Hampir setiap minggu beliau ke luar daerah. Biasanya hanya di rumah saat akhir pekan, lalu Senin sudah berangkat lagi,” katanya.

Baca Juga: Update Pencarian Pesawat Jatuh di Sulsel, Tim SAR Temukan Puing Utama Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung


Terakhir kali Ari berkomunikasi langsung dengan Ferry secara intens terjadi pada 2018, saat Ferry menjadi ketua panitia kurban di lingkungan perumahan. Meski demikian, komunikasi sempat kembali terjalin beberapa waktu lalu.


“Beberapa waktu sebelum kejadian, beliau sempat menelepon saya dan menitipkan anak-anaknya agar diawasi, karena beliau jarang di rumah,” ungkap Ari.


Ferry diketahui tinggal bersama istri dan dua orang anaknya yang masih bersekolah. Saat ini, rumah Ferry dalam kondisi kosong karena seluruh anggota keluarga berada di Bekasi untuk menunggu kabar terbaru.