Walau saat ini Dody tidak lagi memimpin DP3A. Namun demikian dirinya percaya dan meyakini bahwa Kepala Dinas DP3A yang baru mampu melanjutkan program-program yang sedang berjalan. bukan hanya itu, ia juga meyakini kasus-kasus kekerasan terhadap anak dan juga perempuan dapat ditekan oleh Kepala Dinas DP3A yang baru yakni. Rakhmawati.
Selain itu Ia menambahkan, bahwa di DP3A memiliki dua divisi diantaranya divisi pencegahan dan divisi penindakan. Dari dua divisi tersebut, dirinya meminta kepada kepala DP3A yang baru untuk mempertajam di divisi pencegahan, karena guna meminimalisir KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), kekerasan terhadap perempuan dan juga kekerasan terhadap anak.
Baca Juga: Kemenpora Dukung Penuh FORNAS VIII di NTB Tahun 2025
"Kenapa harus dipertajam di divisi pencegahan? Karena memang kasus kasus tersebut di Kota Bogor masih cukup banyak. Bahkan, berdasarkan laporan masyarakat yang kami terima per Juni 2025 lalu, tercatat ada 27 kasus kekerasan terhadap anak dan ini menjadi PR yang harus ditekan oleh kadis yang baru. Tetapi kami percaya dengan pengalaman yang dimiliki Bu Rakhmawati, beliau bisa menjalankannya dengan baik," ujarnya.
Dilokasi yang sama dan menanggapi hal itu, Kepala DP3A yang baru, Rakhmawati mengaku siap untuk melanjutkan tugas-tugas yang sedang berjalan. Namun dalam waktu dekat dirinya akan melakukan rapat konsolidasi terlebih dahulu di internal untuk mendapatkan informasi lebih jauh soal apa saja yang ada di DP3A saat ini.