Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga memberikan apresiasi kepada seorang warga bernama Uya yang selama bertahun-tahun secara sukarela membersihkan sampah di Sungai Cipakancilan.
"Saya memberikan apresiasi kepada Pak Uya yang ikut membersihkan sungai. Beliau sudah hampir 15 tahun memilah sampah yang dibuang ke sungai. Sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomi dikumpulkan dan dijual. Ada juga styrofoam dan bungkus minuman kemasan yang jumlahnya sangat banyak," ungkapnya.
Dedie mengaku prihatin karena sampah yang paling banyak ditemukan di aliran sungai justru merupakan popok sekali pakai (pampers). Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih bertanggung jawab dalam membuang sampah.
"Yang paling menyedihkan adalah sampah yang paling banyak kami temukan justru pampers. Saya mengimbau para orang tua agar ikut bertanggung jawab terhadap lingkungan. Pampers tidak boleh dibuang ke sungai maupun ke saluran air. Kita juga akan mendukung Program Mulyakan Sungai yang digagas Pak AHY sebagai bagian dari kampanye pelestarian alam dan lingkungan," ujarnya.
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai sosok Pak Uya, Dedie menjelaskan bahwa pria tersebut telah lama membantu menjaga kebersihan sungai secara mandiri.
"Iya, beliau sudah lama membantu membersihkan sungai. Nanti saya akan meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup agar memberikan bentuk dukungan supaya Pak Uya tetap semangat. Mengumpulkan sampah itu membutuhkan tenaga yang besar, apalagi usia beliau sudah sekitar 70 tahun. Ini merupakan dedikasi yang luar biasa," pungkas Dedie.