BOGOR, CEKLISSATU.COM - Tragedi ambruknya bangunan majelis taklim di Desa Sukamakmur, Ciomas, Kabupaten Bogor, dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Modusnya, mengumpulkan donasi fiktif yang tidak pernah sampai ke tangan para korban.
Kepala Desa Sukamakmur, Sri Widiarti mengungkapkan, adanya laporan dari klinik tempat korban dirawat bahwa sejumlah donasi yang digalang atas nama korban tidak pernah diterima oleh pihak klinik.
Baca Juga: Update Korban Luka-Luka Majelis Taklim Ambruk di Ciomas, 4 Orang Tewas dan 131 Orang Luka
Sri pun mengecam keras tindakan oknum tersebut yang dinilai telah memanfaatkan penderitaan masyarakat.
“Tadi saya dari Klinik Arafah, kebetulan saya sedang urus korban ambruknya majelis taklim, dan dari klinik menyampaikan bahwa ada yang membuat donasi untuk para korban, tapi ternyata tidak sampai donasi itu ke Klinik Arafah,” ungkap Sri, Senin (8/9/2025).
Ia menegaskan, tindakan tersebut merupakan perbuatan oknum yang memanfaatkan situasi duka untuk kepentingan pribadi.
Baca Juga: Empat Perempuan Jadi Korban Jiwa Ambruknya Majelis Taklim di Ciomas, Berikut Ini Identitasnya
“Jadi ini ada oknum jahat, jangan memanfaatkan situasi bencana ini untuk keuntungan oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Meski begitu, Sri menyebut pihaknya saat ini masih memprioritaskan penanganan korban ambruk dan akan berkoordimasi lebih lanjut dengan aparat kepolisian.
“Nanti saya coba koordinasi dengan polisi, sementara ini kita fokus dan konsen ke penanganan korban dulu,” kata dia.
Comment