Menurut Sri, sebelum adanya MBG, sekolah telah mengimbau siswa untuk sarapan di rumah dan menyediakan kantin sebagai penunjang. Namun, dengan adanya program ini, pola makan siswa menjadi lebih teratur dan jajanan sembarangan semakin berkurang.
“Kami juga selalu melakukan test food lebih dulu sebelum MBG dibagikan kepada 982 siswa kami. Hal ini untuk memastikan makanan aman dan layak dikonsumsi,” tutupnya.