“Ketika masuk ruangan pemorsian, semua tim wajib steril, menggunakan hairnet, sarung tangan, dan celemek,” terangnya.

Dalam hal distribusi, jarak antara dapur dengan sekolah penerima manfaat juga memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional, yakni maksimal 6 kilometer dan tidak lebih dari 30 menit perjalanan.

“Untuk lima sekolah yang kami layani, semuanya di bawah 10 menit distribusi,” terang Sopian.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Dorong Petani untuk Pasok Program Makan Bergizi Gratis

Selain itu, Sebelum makanan didistribusikan, dilakukan uji organoleptik oleh ahli gizi untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan. Setelah itu, makanan kembali diuji oleh guru penanggung jawab di sekolah sebelum dibagikan kepada siswa.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 9 Kota Bogor, Sri Widaningsih, menyambut baik pelaksanaan program MBG di sekolahnya.

“Alhamdulillah, program MBG ini disambut bahagia oleh siswa dan orang tua. Anak-anak sangat antusias karena selain sarapan dari rumah, mereka juga mendapatkan asupan gizi pada.siang hari nya dari program ini,” ungkap Sri.