BOGOR, CEKLISSATU - Pemerintah Kota Bogor menunjukkan kesiapan menyambut Koperasi Merah Putih.
Presiden Prabowo secara serentak meresmikan peluncuran 8.000 Koperasi Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, dan diikuti secara virtual oleh seluruh kepala daerah.
Peluncuran Koperasi Merah Putih ini menjadi tonggak baru bagi koperasi di Indonesia, yang diharapkan akan beroperasi secara modern, efektif, dan digital.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam sambutannya menekankan peran strategis Koperasi Metah Putih sebagai "kepanjangan tangan" pemerintah dalam memberantas praktik tengkulak yang kerap menghambat kemajuan ekonomi masyarakat.
“Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memperkuat target swasembada pangan yang telah ditetapkan pemerintah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk tidak lagi bergantung pada pangan impor di masa mendatang,” kata Zulhas.
Menurut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini dirancang sebagai upaya penguatan swasembada pangan dan pembangunan dari desa, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pendekatan ekonomi kerakyatan.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengungkapkan, bahwa program Koperasi Merah Putih bertujuan untuk menguatkan pemerataan ekonomi di daerah.
Ia menegaskan pentingnya menjunjung tinggi asas-asas profesionalisme dalam pelaksanaannya, mulai dari perekrutan anggota hingga operasional koperasi.
"Profesionalisme harus sangat dijunjung tinggi dalam pelaksanaan program ini, mulai dari perekrutan sampai pelaksanaan," ujar Dedie Rachim di Hotel Papyrus, Bogor, Senin (21/7/2025).
Dedie Rachim menambahkan, di Kota Bogor sendiri sudah ada total 68 Koperasi Merah Putih di tiap kelurahan.
“Tinggal kita buatkan akta pendiriannya,” ujar Dedie Rachim.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Rahmat Hidayat menyatakan kesiapannya untuk mengadakan pelatihan dan pembinaan.
"Kami siap melatih setiap anggota koperasi agar berjalannya koperasi berjalan sesuai dengan harapan yang diinginkan pemerintah pusat," tegasnya.
Dengan total 68 kelurahan di Kota Bogor, kehadiran 68 Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.
“Serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, dan mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional,” tutup dia.
(Angga)