BANYUWANGI, CEKLISSATU.COM -- Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) kembali melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Pembuatan Teh Batang Pohon Buah Naga untuk Terapi Preventif Hiperurisemia”, beberapa Waktu lalu di Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
 
Dalam kegiatan program pengabdian masyarakat itu, tim dari Fakultas Farmasi UI beranjak dari tingginya potensi tanaman buah naga di Banyuwangi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
 
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi UI, Tri Wahyuni menyebutkan, batang buah naga memiliki aktivitas anti-hiperurisemia.
 
Sebelumnya, hasil kegiatan serupa pada tahun 2022 menunjukkan bahwa hampir 60 persen masyarakat Dusun Kaliboyo mengalami hiperurisemia dan hipertensi, sehingga perlu adanya upaya preventif berbasis potensi lokal dan mudah diakses masyarakat.

Baca Juga: Mahasiswa Sains Komunikasi FISIP UNIDA Raih Penghargaan The Most Creative Brand Ambassador Tiebymin Batch 1 2026 Tingkat Nasional 
 
"Melalui program ini, kami ingin mendorong pemanfaatan potensi lokal yang selama ini belum tergarap, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan hiperurisemia secara alami," ungkap Tri Wahyuni dalam keterangan tertulisnya. 

"Harapannya, teh batang buah naga ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi bagi warga,” jelas Tri Wahyuni.
 
Program itu juga tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.
 
Dalam kegiatan tersebut, warga Desa Kradenan mendapat fasilitasi berupa peralatan produksi teh batang buah naga, seperti alat pemotong, alat kompres, alat grading dan sortir, alat pengemasan, pembuat teh, vacuum sealer, troli, oven, serta laptop.

Baca Juga: Ajang Kreatif Global MAD Stars Korea Selatan, Mahasiswa UI Raih Silver Award Pertama untuk Indonesia
 
Selain itu, masyarakat juga menerima bahan baku berupa 10 Kg batang buah naga basah, 3 Kg batang buah naga kering, dan 1 Kg serbuk teh batang buah naga. 

Warga juga mendapatkan edukasi menyeluruh mengenai alur pengolahan batang buah naga, mulai dari penyiapan bahan baku hingga menjadi serbuk teh siap seduh.
 
Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Fakultas Farmasi UI dengan TIKA sebagai mitra pendukung, serta didukung oleh Pemerintah Desa Kradenan dan kelompok masyarakat Dusun Kaliboyo.