BOGOR, CEKLISSATU.COM - SMAN 1 Kota Bogor resmi ditunjuk sebagai Sekolah Maung atau Manusia Unggulan yang menjadi program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Program Sekolah Maung menempatkan satu sekolah terbaik di setiap kota dan kabupaten sebagai pusat pembinaan siswa berprestasi.
Bagi warga Jawa Barat yang ingin mendaftar ke Sekolah Maung pendaftaran akan dibuka mulai 25, 26, 28 dan 29 Mei 2026.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Kota Bogor, Yetti Suziana mengatakan, penunjukan sekolahnya sebagai Sekolah Maung menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi pihak sekolah.
Baca Juga: Sekolah Maung Disiapkan Jadi Pilot Project Pendidikan Unggul di Jawa Barat
"Di Bogor yang dipilih SMA 1 Bogor, dan dengan adanya program ini diharapkan mampu mengembalikan dominasi siswa berprestasi di SMA Negeri 1 Bogor, setelah sebelumnya sistem zonasi membuat komposisi siswa menjadi lebih heterogen," ujarnya kepada ceklissatu.com, Rabu (20/5/2026).
Yetti menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan secara online melalui sistem dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Para siswa SMP nantinya akan menerima akun untuk masuk ke portal pendaftaran.
"Ketika siswa memilih jalur Sekolah Maung, maka dia tidak bisa memilih sekolah reguler. Jadi harus fokus memenuhi syarat-syarat yang ada di jalur tersebut," katanya.
Pendaftaran dijadwalkan berlangsung mulai 25 hingga 29 Mei mendatang.
Tiga jalur seleksi dalam penerimaan Sekolah Maung, terdapat tiga jalur utama yang dapat dipilih calon siswa, yakni:
- Jalur nilai rapor semester 1 sampai 5
- Jalur sertifikat atau prestasi kejuaraan
- Jalur CIBI (Cerdas Istimewa Berbakat).
Khusus jalur CIBI, kata Yetti, calon siswa diwajibkan memiliki IQ minimal 130 dan hasil tes harus dikeluarkan psikolog yang tergabung dalam HIMPSI.
"Kalau CIBI itu karena anak cerdas istimewa berbakat, IQ-nya minimal 130,” terang Yetti.
Baca Juga: DPRD Jawa Barat Ingatkan Potensi Kesenjangan dalam Program Sekolah Maung
Sementara untuk jalur prestasi non-akademik, sertifikat kejuaraan harus melalui proses kurasi terlebih dahulu di Pusat Prestasi.
"Kalau kemarin minimal tingkat provinsi, tapi sebaiknya nasional ke atas karena persaingannya pasti ketat," tambahnya.
Sementara untuk kuota sendiri, SMAN 1 Kota Bogor menyiapkan kuota sekitar 320 siswa yang terbagi dalam 10 kelas. Tiap kelas direncanakan diisi 32 siswa.
Pembagian sementara kuota terdiri dari:
- 50 persen jalur rapor
- 20 persen jalur prestasi akademik
- 20 persen jalur non-akademik
Baca Juga: Komisi IV DPRD Kota Bogor Lakukan Sidak ke SMAN 1, ini Tujuannya.
Meski antusiasme diperkirakan tinggi, Yetti memastikan tidak ada penambahan ruang kelas.
"Tidak ada penambahan, karena memang ruangannya cuma segini," ujarnya.
Ia menegaskan, pendaftaran terbuka untuk Seluruh siswa Jawa Barat.
Menariknya, program Sekolah Maung tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota maupun Kabupaten Bogor tapi seluruh siswa dengan Kartu Keluarga Jawa Barat berhak mendaftar.
"Yang penting KK-nya Jawa Barat. Jadi dari Cimahi atau daerah lain juga bisa daftar ke sini," kata Yetti.
Saat ini pihak sekolah terus melakukan sosialisasi ke berbagai SMP? dan swasta di Kota Bogor, serta akan melanjutkan sosialisasi ke sekolah-sekolah lainnya di wilayah Bogor terkait Sekolah Maung.
Comment