BOGOR, CEKLISSATU - Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM) IPB University menggelar kuliah tamu bersama Prof Christopher P.A. Bennet dari The University of British Columbia. Kuliah tamu ini membahas tentang pengelolaan sumber daya alam, termasuk kehutanan, agroforestri, pertanian, dan sumber daya pesisir.
Prof Dr. Amiruddin Saleh, MS, yang hadir sebagai Pembuka Kuliah Tamu menyampaikan bahwa konstruksi teori komunikasi pembangunan tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga bottom-up yang berpihak dan melibatkan masyarakat.
"Mahasiswa S3 diharapkan bisa memahami konsep-konsep dari Komunikasi Pembangunan," ujarnya.
Baca Juga: Sekolah Vokasi IPB University Kembangkan Ekosistem Pertanian Hijau Berbasis Limbah di Jawa Barat
Prof Christopher P.A. Bennet menekankan pentingnya kearifan lokal dalam pengelolaan
"Kearifan lokal bukan hanya di masyarakat adat, tetapi juga di masyarakat desa yang sangat dihargai dan dijadikan aset," katanya.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam pembangunan dan bahwa kearifan lokal dapat menjadi aset dalam keamanan pangan.
Dalam kuliah tamu ini, Prof Christopher P.A. Bennet juga membahas tentang pentingnya transdisiplin ilmu dan mengutamakan ekologi lanskap dalam pengembangan keberlanjutan.
Baca Juga: Buku Komunikasi Pembangunan Resmi Diluncurkan untuk Menyuarakan yang Tak Didengar
"Kunci dalam pengembangan keberlanjutan adalah integrasi antara financial capital, natural capital, human capital, sosial capital, dan knowledge capital," ujarnya.
Kuliah tamu ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi mahasiswa tentang pengelolaan sumber daya alam dan kearifan lokal. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami pentingnya kearifan lokal dan pengembangan keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam.
Comment