BOGOR, CEKLISSATU.COM -- UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Di balik angka statistik yang sering kita dengar, sesungguhnya ada kisah-kisah kecil penuh perjuangan.
Salah satunya datang dari seorang pelaku usaha sederhana di sebuah desa, yang awalnya hanya mengolah hasil kebun sendiri menjadi produk makanan.
Awalnya, pembeli hanyalah tetangga sekitar. Namun, berkat ketekunan dan kualitas produk, kabar pun menyebar dari mulut ke mulut.
Usahanya berkembang perlahan, bahan baku yang tadinya cukup dari kebun kini harus ditambah membeli dari luar, demi memenuhi permintaan yang terus bertambah.
Perjalanan itu tidak berhenti di situ. Produk yang mulanya hanya dijual di rumah, kini mulai dititipkan di warung-warung terdekat.
Bahkan, pesanan untuk acara penting mulai berdatangan. Dengan kata lain, usaha kecil ini sudah menapaki jalan panjang menuju pertumbuhan.
Namun, ada satu kelemahan mendasar usaha tersebut tidak memiliki identitas yang jelas. Tidak ada nama, tidak ada penanda, sehingga sulit dikenali lebih luas.
Di sinilah peran pendampingan menjadi penting. Kami sebagai mahasiswa mencoba membantu dengan hal sederhana memberi nama resmi Banako Dua Rasa. Nama ini tidak hanya memberi identitas, tetapi juga menghadirkan daya ingat di benak pembeli.
Baca Juga: Dukung UMKM hingga Hutan Kota, Wabup Jaro Ade: Bentuk Pelayanan Nyata Pemkab Bogor kepada Masyarakat
Kami juga membuatkan akun Google Bisnis agar lokasi penjualan lebih mudah ditemukan, sekaligus spanduk sebagai tanda visual yang memudahkan calon konsumen melihat produk yang dijual. Sekilas sederhana, tetapi inilah kunci awal untuk membangun branding.
Misbah pelaku usaha yang berulang kali menyampaikan terima kasih. Namun sesungguhnya, kamilah yang belajar banyak dari beliau.
Kami belajar bahwa membangun usaha tidak selalu tentang modal besar atau strategi canggih, melainkan keberanian untuk memulai dan konsistensi menjaga kualitas.
Dukungan kecil seperti branding, promosi digital, atau sekadar spanduk bisa menjadi dorongan besar bagi UMKM untuk naik kelas.
Baca Juga: Sukses Festival Kopi Legendaris di Bogor, Dedie Rachim: Potensi Besar Bagi UMKM dan Petani
UMKM tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Perlu ada sinergi antara pelaku usaha, masyarakat, dan dunia pendidikan.
Mahasiswa bisa berperan dengan pengetahuan yang dimiliki, masyarakat bisa mendukung dengan membeli produk lokal, dan pemerintah bisa hadir dengan kebijakan yang memudahkan.
Jika semua bergerak bersama, UMKM akan lebih kuat, berdaya saing, dan mampu menjadi motor ekonomi bangsa.
Pada akhirnya, UMKM seperti Banako Dua Rasa bukan hanya tentang produk yang dijual, melainkan tentang harapan, kemandirian, dan keberanian untuk bertahan di tengah tantangan.
Setiap usaha kecil adalah denyut nadi ekonomi bangsa yang patut dijaga dan didukung. Jika kita mampu memberi ruang dan perhatian, maka dari dapur-dapur sederhana dan kebun-kebun kecil di pelosok negeri, lahirlah kekuatan besar yang menggerakkan masa depan Indonesia.
*)Penulis: Eka Yudia Nurmala, Sekar Aulia Zahara, Mahasiswa Universitas Djuanda
Comment