JAKARTA, CEKLISSATU — Suasana khidmat dan penuh semangat melompat Aula GOR Benhil, Minggu (26/4/2026), saat keluarga besar Inkado menggelar latihan bersama yang dirangkaikan dengan penyematan sabuk hitam serta pemberian penghargaan penghargaan kepada Sensei Jay Aryaputra Singgih dan Senpai Ryan Aryzky Figur.
Momentum ini menjadi penegasan bahwa karate bukan sekedar olahraga, melainkan jalan pembentukan karakter yang menjunjung tinggi disiplin, kejujuran, dan integritas.
Mengusung semangat “Semangat, tekad, disiplin, dan kejujuran adalah tenaga dahsyat”, kegiatan ini melibatkan jajaran pengurus pusat, di antaranya Ketua Dewan Guru Inkado, Kancho GA Pesik, serta Sekretaris Jenderal PB Inkado, Shihan Octar Ramon Pesik.
Dalam Berbagainya, Kancho GA Pesik menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekedar simbol formalitas, melainkan wujud penghormatan mendalam atas dedikasi individu terhadap organisasi dan dunia karate.
“Penghargaan ini bukan semata simbol, melainkan bentuk rasa hormat dan terima kasih yang tulus. Kami ingin setiap menghargai kontribusi, mengecilkan apa pun, karena dari situlah fondasi persaudaraan dalam karate dibangun,” ujar GA Pesik.
Ia menambahkan, di tengah batasan materi, Inkado justru menempatkan nilai kebersamaan, integritas, dan penghormatan sebagai kekuatan utama organisasi.
“Kami mungkin tidak selalu melimpahkan materi, tetapi kami kaya akan nilai. Itulah yang kami jaga—penghormatan, kebersamaan, dan integritas,” tegasnya.
Lebih jauh lagi, Kancho GA Pesik mengingatkan seluruh atlet untuk menjunjung tinggi aturan dan sportivitas dalam setiap pertandingan.
"Karate bukan hanya soal menang atau kalah. Ini tentang sikap dan karakter. Hormati aturan, menghormati lawan, dan mencapai prestasi dengan cara yang benar. Integritas tidak bisa ditawar," katanya.
Ia juga secara khusus menyampaikan penghargaan kepada J. Saputra atas kontribusinya bagi organisasi.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan bentuk penghormatan atas proses panjang dan komitmen yang telah dijalani. Terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan,” ucapnya.
Sementara itu, Sekjen PB Inkado, Shihan Octar Ramon Pesik, menjelaskan bahwa persiapan atlet menuju kejuaraan telah dimulai sejak tingkat daerah melalui ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).
“Pembinaan atlet sudah berjalan sejak level daerah.Kejurprov menjadi titik awal seleksi sekaligus penguatan kualitas atlet dari masing-masing wilayah,” jelas Octar.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini telah mencatat sekitar 42 atlet yang akan diproyeksikan mengikuti tahap lanjutan, termasuk pemusatan latihan di Bandung.
“Sejauh ini kami sudah melihat potensi yang ada, meskipun masih tahap awal. Saat ini terdata sekitar 42 atlet dan jumlah ini masih akan kami optimalkan untuk mendapatkan komposisi terbaik,” ujarnya.
Menurutnya, pemusatan latihan atau training camp akan menjadi fase krusial untuk mengukur kesiapan atlet sebelum menetapkan target resmi.
“Target belum bisa kami sampaikan sekarang, karena TC baru akan dimulai. Dari situ baru terlihat sejauh mana tim kesiapan,” katanya.
Meski begitu, Inkado tetap menaruh harapan besar terhadap peningkatan prestasi, mengingat pada kejuaraan sebelumnya di Riau berhasil meraih satu medali emas.
“Kami tentu berharap ada peningkatan dari hasil sebelumnya. Itu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang,” tambah Octar.
Di sisi lain, Inkado juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperkuat pelatihan atlet di daerah.
“Kami terbuka untuk bersinergi dengan siapa saja. Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun sistem pelatihan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Inkado tidak hanya menegaskan komitmennya dalam mencetak atlet berprestasi, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai luhur karate sebagai landasan utama—bahwa kehormatan, disiplin, dan kejujuran adalah kekuatan sejati dalam setiap langkah menuju prestasi.
Comment