JAKARTA, CEKLISSATU - Perubahan mendadak mewarnai persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026. John Herdman harus mengganti Dony Tri Pamungkas dan Yakob Sayuri, namun tetap memasang target tinggi meraih gelar juara.
Dalam keterangannya, Herdman mengungkapkan bahwa keputusan terkait Dony diambil setelah pemain tersebut menjalani penilaian kebugaran. Sementara itu, Yakob harus menepi karena sakit dan sedang dirawat di rumah sakit.
"Sayangnya, Yakob Sayuri sakit. Dia saat ini dirawat di rumah sakit. Kami berharap dia segera sembuh," ujar Herdman.
Sebagai penggantinya, Herdman memanggil Rizky Eka Pratama untuk mengisi tempat Yakob. Adapun posisi Dony diisi Shayne Pattynama. Sang pelatih menegaskan bahwa skuad yang dibawa hanya berjumlah 23 pemain, sesuai batas yang diperbolehkan.
Meski kehilangan dua pemain, Herdman memberikan gambaran positif mengenai suasana tim. Para pemain disebut datang dalam kondisi yang secara umum sehat dan langsung menunjukkan intensitas tinggi saat latihan.
Menurutnya, antusiasme juga terasa sejak para pemain berkumpul di hotel. Mereka memahami tujuan kedatangan mereka: memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia.
Menghadapi Singapura pada hari Jumat, Herdman menempatkan penguatan identitas permainan sebagai pekerjaan pertama. Setelah itu, sasaran Garuda jelas: kemenangan.
“Dalam turnamen sepak bola, jadi hal pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan tiga poin,” tegasnya.
Herdman ingin Indonesia kembali menunjukkan gaya bermain yang menjadi kekuatan mereka, sekaligus memberikan hasil bagi para pendukung.
Sorotan lain tertuju kepada Luke Vickery. Herdman membuka peluang pemain tersebut tampil sebagai starter saat menghadapi Singapura.
Menurut Herdman, Luke sudah mengikuti pemusatan latihan pada Mei dan kemudian berlatih bersama waktu selama periode Juni. Pengalaman tersebut membuat staf pelatih cukup mengenal kualitasnya.
"Dia bermain sangat langsung. Dia punya kemampuan mencetak gol. Dan dia punya peluang bagus untuk masuk sebelas pertama," kata Herdman.
Namun, peluang itu harus diperjuangkan. Seluruh pemain akan bersaing dalam dua hari latihan berikutnya untuk mendapatkan tempat di pertandingan.
Percaya Diri, tapi Tak Meremehkan Lawan
Herdman menilai kesempatan bermain di kandang sendiri menjadi modal penting bagi Indonesia untuk meraih gelar. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kualitas individu saja tidak menjamin keberhasilannya.
Sejumlah lawan memiliki pengalaman bermain bersama selama bertahun-tahun. Kekompakan tersebut, menurutnya, bisa menjadi penyeimbang bagi talenta yang dimiliki Indonesia.
Oleh karena itu, Herdman memilih pendekatan satu pertandingan demi satu pertandingan, dimulai dengan menekankan tiga poin di atas Singapura.
Ia juga menekankan pentingnya kedalaman skuad, rotasi, dan ketenangan menghadapi tekanan pertandingan. Pengalaman di turnamen ASEAN mengajarkannya bahwa tim harus siap menghadapi permainan penuh emosi serta keputusan wasit yang sulit.
Optimisme tetap menjadi pesan utama sang pelatih.
“Jika kami bisa menunjukkan standar kami, kami memiliki peluang yang sangat kuat untuk mengangkat trofi,” ucap Herdman.
Dengan perubahan skuad dan persaingan memperebutkan posisi inti, Garuda memasuki turnamen dengan tantangan nyata. Kini, ambisi besar Herdman menunggu pembuktian pertama saat Indonesia menghadapi Singapura.
Comment