BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Kuasa Hukum Viking Persib Club menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus sikap tegas terhadap tindakan intimidasi dan ancaman pembunuhan kepada pemain Persib Bandung sekaligus punggawa Tim Nasional Indonesia, Thom Haye. 

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya pesan-pesan ancaman yang mengarah pada pembunuhan, tidak hanya kepada Thom Haye, tetapi juga kepada anggota keluarganya.

Dalam keterangannya, Kuasa Hukum Viking Persib Club, Ferdy Rizky Adilya menegaskan, bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia serta hak atas rasa aman yang dijamin oleh konstitusi. 

Baca Juga: Persib Tak Hanya Menang di Lapangan, Kedewasaan Bobotoh Jadi Sorotan

Berdasarkan hasil investigasi awal, ancaman yang diterima bersifat nyata, berulang, dan menimbulkan ketakutan serius bagi korban beserta keluarganya.

"Ini bukan sekadar bentuk ujaran kebencian, melainkan sudah masuk dalam kategori ancaman pembunuhan yang sangat serius. Tindakan ini tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun," tegasnya, Senin (12/1/2026).

Pihaknya sangat menyayangkan bahwa seorang atlet profesional, yang seharusnya menjadi simbol inspirasi dan teladan bagi masyarakat, justru harus menghadapi teror dari oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul 1-0 Lawan Persija di Laga ke-17 Super League

"Intimidasi semacam ini mencederai nilai-nilai kemanusiaan, sportivitas, dan semangat persatuan dalam dunia sepak bola," ujarnya.

Kuasa hukum menyatakan, akan menempuh jalur hukum secara tegas dengan menggunakan Pasal 448 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional). 

Pasal tersebut mengatur larangan memaksa seseorang untuk melakukan, tidak melakukan, atau membiarkan sesuatu dengan ancaman kekerasan.

Baca Juga: Ratusan Bobotoh Padati Aula Polresta Bogor Kota, Nobar Persib vs Persija Berlangsung Meriah

"Mengingat ancaman ini dilakukan melalui media digital, kami juga akan mengintegrasikan ketentuan hukum terkait pengancaman elektronik agar pelaku dapat dijerat dengan sanksi maksimal sesuai hukum yang berlaku," lanjutnya.

Dalam pernyataannya, Kuasa Hukum Viking Persib Club juga mengingatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya pecinta sepak bola, agar menjaga rivalitas tetap dalam batas yang sehat. 

Rivalitas, menurut mereka, seharusnya hanya terjadi selama pertandingan berlangsung di atas lapangan.

Baca Juga: Viking Laporkan Konten Kreator Resbob ke Polda Jabar Terkait Dugaan Konten Rasis

"Setelah peluit panjang dibunyikan, kita semua kembali menjadi manusia yang wajib saling menghormati. Tidak boleh ada serangan fisik maupun verbal, apalagi sampai menyasar keluarga pemain," katanya.

Ia menegaskan, bahwa sepak bola sejatinya merupakan alat pemersatu bangsa, bukan sarana untuk menyebarkan kebencian dan teror. 

Stadion maupun media sosial seharusnya menjadi ruang untuk merayakan bakat, kerja keras, dan persatuan.

Baca Juga: Ratusan Bobotoh Padati Aula Polresta Bogor Kota, Nobar Persib vs Persija Berlangsung Meriah

Menutup pernyataannya, Kuasa Hukum Viking Persib Club mengimbau seluruh pihak untuk menciptakan ruang yang aman bagi setiap individu dalam menjalankan profesinya tanpa rasa takut. 

Mereka memastikan akan terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas demi tegaknya keadilan dan perlindungan bagi para atlet Indonesia.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan resmi, namun begitu  tim siber pun saat ini tengah melacak akun yang membuat ancaman tersebut.