BOGOR, CEKLISSATU - Sebanyak 257 warga Kabupaten Bogor menjadi korban keracunan dalam satu bulan terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menyebutkan, ratusan warga keracunan tersebut terdapat dari tiga kasus yang terjadi selama Februari 2023.
"Ada tiga kasus. Masing-masing terjadi di wilayah Kecamatan Tenjo, Kemang dan juga di Kecamatan Jasinga," kata Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina, Kamis 16 Maret 2023.
Baca Juga : Polisi dan TNI di Bogor Amankan 6,5 Kilogram Ganja
Dari tiga kasus itu, kata dia, baru satu yang sudah diketahui pasti penyebabnya yakni kasus di wilayah Kecamatan Tenjo tepatnya di Desa Babakan dengan korban 85 orang yang terjadi pada 11 Februari 2023.
"Yang di Tenjo itu (kasus keracunan) di pernikahan positif keracunan pangan. Sementara yang lain belum, seperti yang di Kemang itu belum dapat hasilnya karena tidak bisa mewakili sampelnya," ungkapnya.
Untuk kasus di Kemang, diketahui terjadi keracunan massal yang menimpa 55 siswa SMP dan SMA Yayasan Marsudirini yang berlokasi di Desa Tegal, Kemang, Kabupaten Bogor.
Kasus itu terjadi usai siswa usai mengikuti kegiatan di asrama mereka pada Sabtu, 18 Februari 2023.
Sementara kasus ketiga yaitu terjadi keracunan massal yang menimpa 117 orang usai mengikuti acara pengajian di Pondok Pesantren Sirojul Falah, Desa Pangradin, Jasinga, Bogor, pada Senin, 13 Maret 2023.
Ketiga kasus keracunan tersebut, kata Mike, besar kemungkinan disebabkan kandungan makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh para korbannya.
Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar selalu hati-hati dengan memastikan makanan dan minuman yang akan masuk ke perut masih layak untuk dikonsumsi.
"Ketika kita membeli makanan dan menyantap makanan yang bersih, dan mengolah makanan harus sehat, dicuci dengan baik, tidak kadaluarsa. Jadi mengolah makanan yang sehat," jelas Mike.
Comment