JAKARTA, CEKLISSATU - Ukraina mengatakan keinginan untuk Gabung bersama militer Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO).
Hal itu membuat Rusia mengeluarkan peringatan keras usai NATO memastikan Ukraina akan menjadi anggota aliansi tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia,Maria Zakharova mengatakan, rencana tersebut sangat “berbahaya”.
Baca Juga : Ukraina Ingin Gabung NATO, PM Estonia: Segera Setelah Kondisi Memungkinkan
Zakharova pun menegaskan langkah itu bisa menyebabkan ‘kiamat’ bagi aliansi militer Eropa.
“Pernyataan [mengenai rencana Ukraina bergabung dengan NATO] semacam itu picik dan benar-benar berbahaya. Ini dapat menyebabkan akhir dan keruntuhan bagi sistem keamanan Eropa,” kata Zakharova, seperti dikutip dari Reuters, Selasa 25 April 2023.
Ia menuding, NATO berusaha mengompori Ukraina untuk mengalahkan Rusia dengan mengiming-imingi Kyiv bisa bergabung ke dalam aliansi setelah perang berakhir.
“NATO menetapkan tujuan untuk ‘mengalahkan’ Rusia di Ukraina, dan untuk memotivasi Kyiv, NATO berjanji bahwa setelah berakhirnya konflik, negara itu bisa diterima ke dalam aliansi,” ujar Zakharova.
Rusia sejak awal invasi ke Ukraine, menolak keras rencana Ukraina untuk bergabung dengan NATO.
Hal itu jugalah yang menjadi salah satu alasan Rusia menginvasi Ukraina, yakni karena takut negaranya dikelilingi anggota NATO.
Kekhawatiran Rusia ini pun semakin menjadi-jadi setelah Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg menyatakan, bahwa masa depan Ukraina ada bersama NATO.
Stoltenberg menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi ibu kota Ukraina untuk pertama kalinya sejak invasi pada Kamis (20/4).
“NATO adalah tempat yang tepat bagi Ukraina. Dan kami, akan mendukung untuk mewujudkannya,” ucap Stoltenberg.
Comment