KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU - Banyaknya kecelakaan di jalur "tengkorak" Bogor (Bocimi, red) penyebabnya yakni kondisi jalan yang tidak simetris, baik dari arah Sukabumi maupun Ciawi.
Selain itu, kurangnya penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi faktor penyebab utama.
"Jalur dari arah Sukabumi ke Ciawi ini tidak simetris. Marka jalan dipasang pada jalur yang sempit sehingga kendaraan kerap terguling karena pembatas jalan lebih condong ke arah selokan," ujar Ade warga Kecamatan Ciawi.
Minimnya rambu peringatan di lokasi juga menjadi penyebab lain. Banyak pengemudi yang tidak menyadari keberadaan marka permanen, sehingga kendaraan sering melaju hingga naik ke trotoar.
Baca Juga : Seri Kedua M-15 Amman Mineral Men's World Tennis Championship 2024 Mulai di Gelar
"Kami sudah lama mengamati kurangnya penerangan jalan di malam hari memperparah situasi. Seharusnya, jalur ini dilengkapi dengan lampu penerangan yang memadai," beber Ade pada wartawan Senin, (23/12/2024).
Pemasangan marka jalan yang tidak simetris dan tinggi dinilai sangat berbahaya, karena berdampak pada meningkatnya angka kecelakaan.
"Meskipun saat ini volume kendaraan di jalur Bocimi masih terkendali dan belum menimbulkan kemacetan, jalur tidak simetris ini tetap rawan kecelakaan," jelasnya.
Jalur Bocimi yang tinggi tingkat memakan kecelakaan selama tahun 2024 ini perlu ditinjau lagi oleh PT Transjabar.
"Kalau sepengetahuan saya sepanjang jalur Ciawi Sukabumi Bogor baik jalur utama ataupun jalur alternatif perkiraan global korban bisa masuk diangka puluhan," cetusnya. (Handy Purnama)
Comment