BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Kasus bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS) memasuki babak baru. 

Kasus bayi nyaris tertukar itu viral di media sosial setelah seorang ibu bernama Nina Saleha meminta dilakukan tes DNA guna mengungkap fakta sebenarnya.

Perempuan asal Kabupaten Bandung itu mengaku khawatir terjadi kesalahan dalam proses penanganan bayinya di rumah sakit. 

Ia pun berharap tes DNA dapat memastikan identitas bayi secara pasti.

Baca Juga: Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Ibu Korban Tuntut Transparansi, Ancam Jalur Hukum

Saat ini, kasus bayi nyaris tertukar tersebut telah ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung dan masih dalam tahap penyelidikan. 

Polisi telah mulai mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, termasuk dari pihak rumah sakit dan ibu bayi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, AKBP Anton mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus bayi nyaris tertukar tersebut untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana atau hanya kesalahan administrasi maupun pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga: Kasus Perawat salah Berikan Bayi, Dirut RSHS Bandung: Sudah Diberikan SP1 dsn Dipindahkan 

Selain itu, polisi juga tengah menelusuri informasi terkait dugaan pelepasan label identitas bayi yang disebut terjadi di rumah sakit. 

Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah tindakan tersebut dilakukan secara sengaja atau tidak.

"Masih kami dalami, apakah ada unsur pidana atau hanya kesalahan SOP. Semua masih dalam tahap penyelidikan," kata AKBP Anton, saat ditemui, Selasa (14/4/2026).

Lebih lanjut, kata Anton, penyidik juga telah melakukan pengecekan awal ke rumah sakit. 

Baca Juga: Diduga Lalai, Bayi di NICU RSHS Bandung Nyaris Tertukar, Sang Ibu Histeris Saat Melihat Anaknya Dibawa Orang Lain

Meski demikian, pemeriksaan rekaman CCTV masih akan dilakukan dalam proses penyelidikan lanjutan.

"Terkait permintaan tes DNA, hingga saat ini kami pihak kepolisian belum menerima permohonan resmi. Namun, apabila diajukan, kami siap memfasilitasi proses tersebut," katanya.

Sementara itu, pihak RSHS Bandung menyatakan insiden tersebut terjadi akibat kelalaian perawat. 

Baca Juga: Rumah Bersalin akan Dicek hingga Diberi Pelatihan Pasca Kasus Bayi Tertukar

Manajemen rumah sakit mengaku telah memberikan sanksi berupa surat peringatan pertama (SP1) kepada perawat yang bersangkutan serta memindahkannya ke bagian yang tidak melayani pasien.

Hingga kini, polisi masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap secara menyeluruh duduk perkara dalam kasus bayi nyaris tertukar tersebut.