“Karena kadang-kadang kita apa, yang kita beli itu yang kita butuhkan atau yang kita inginkan. Coba, yang kita butuhkan atau kita inginkan. Oke, orang-orang masyarakat dengan apa ya, banyaknya masif informasi medsos, TikTok Live, Shopee Live segala macam,” kata Ambar.
“Yang dilihat apa, belanjaan kan, rata-rata sebenarnya kita gak butuh-butuh banget kok. Tapi kita pengen, ah mumpung apa, mumpung diskon, mumpung ini, mumpung itu gitu. Nah jadinya fenomena pay later dan sebagainya ya mungkin terjadi gitu ya,” sambungnya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ngegas, Fraksi PKS Jabar Harus Jadi Rem Demi Keseimbangan Kebijakan
Di tengah kondisi tersebut, Ambar menyarankan agar masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan layanan pinjol atau pay later untuk berbelanja kebutuhan. Khususnya pada momentum hari ini saat masyarakat menghadapi Hari Raya Idul Fitri yang membutuhkan banyak pengeluaran.
“Apakah kita bisa itu butuh untuk beli? Jika yes, silahkan. Selanjutnya silah kebutuhan apa, kemampuan. Kita punya kemampuan bayar gak, karena ada konsekuensi itu tadi, suku bunga. Bunganya kan, ada resiko nya juga. Kalau tidak membayar, timbul denda. Kalau tidak membayar, nanti akan tercatat kredit dan sebagainya. Jadi kemarin lagi ke kebutuhan dan kemampuannya,” tuturnya.
Apalagi, Jawa Barat sedang mengalami deflasi atau penurunan daya beli masyarakat pada bulan Maret ini. Merujuk pada data resmi Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Barat, tercatat Provinsi Jawa Barat mengalami deflasi 0,61 persen (month to month) pada Februari 2025, dengan inflasi year on year -0,27 persen dengan kelompok bahan makanan dan minuman dan tembakau sebagai kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi tertinggi sebesar 0,11 persen.
Tercatat beberapa kelompok yang mengalami deflasi diantaranya adalah kelompok bahan makanan, minuman dan tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,37 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,12 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,65 persen.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa dari Berbagai Kampus Geruduk Kantor DPRD Jabar, Menolak Pengesahan RUU TNI
Ditengah situasi deflasi yang terjadi, masyarakat dituntut harus memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan momentum Hari Raya Idul Fitri. Hal itu membuat masyarakat akhirnya mencari alternatif agar bisa memenuhi kebutuhan tersebut disamping adanya psikologi euforia menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Comment