Indonesia menyambut adopsi Belem Gender Action Plan 2026–2034, dengan penegasan bahwa implementasinya harus selaras dengan hukum nasional dan prinsip Common but Differentiated Responsibilities and Respective Capabilities (CBDR-RC).
Dalam pembahasan Just Transition, Indonesia bersama G77 dan China mendorong penguatan skema dukungan global agar transisi menuju ekonomi rendah karbon tidak menimbulkan beban utang baru.
Indonesia juga kembali menegaskan target pembiayaan iklim global sebesar USD 1,3 triliun per tahun pada 2035 dan pelipatgandaan pendanaan adaptasi menuju 2030 setidaknya menjadi USD 120 miliar per tahun.
Hanif Faisol menekankan bahwa Keputusan COP30 harus menjadi pijakan kuat bagi aksi yang melindungi masyarakat, memperkuat ketahanan nasional, dan memastikan transisi menuju pembangunan rendah karbon berlangsung secara berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan—tanpa ada yang tertinggal.
"Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai pemimpin kawasan dalam diplomasi iklim, menjaga integritas proses global, dan memastikan bahwa seluruh kebijakan iklim internasional memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, ekosistem, dan masa depan pembangunan Indonesia dan dunia," pungkasnya.
Comment