KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU - Wiwin Komalasari Kades Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, klarifikasi terkait videonya yang menuai kontroversi.
Dalam video tersebut, ia terlihat membawa besek berisi makanan sambil tertawa bersama teman-temannya. Hal itu pun memicu beragam reaksi dari warganet yang menilai tindakannya.
"Sebetulnya kita idak ada niatan untuk menghina atau melecehkan,"ungkapnya.
Baca Juga: Videonya Sempat Viral di Medsos, Pelaku Penusukan di Klapanunggal Bogor Ditangkap Polisi
Ia mengatakan, momen tersebut hanyalah bagian dari kebersamaan dan keseruan bersama rekan-rekannya.
"Waktu kemarin, kronologinya sebetulnya kita tidak ada niatan untuk menghina, melainkan seru-seruan gitu. Kita dapat makan itu kan di besek, dan kita tidak makan di sana, melainkan kita dibawa, dibawa, diteng-teng, dan kita seru-seruan, seneng gitu," jelasnya.
Ia juga menanggapi penggunaan kata "geli" yang menjadi perdebatan. Menurutnya, kata tersebut bukan bermaksud merendahkan, melainkan hanya sebagai ungkapan lucu dalam percakapan sehari-hari.
Baca Juga: Tanggapi Video Percakapan Dua Tokoh, Samsul Hidayat: Bahas Badan Pemenangan Pilkada Bogor
"Geli itu bukan berarti jijik, melainkan itu lucu gitu. Saya sendiri pribadi orang Sunda, jadi berbicaranya, iya lucu ya kita seru-seruan bawa, apa namanya, bawa teng-teng ini, bawa berkat ini, lucu banget gitu, seneng banget gitu," lanjutnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dirinya dan teman-teman justru makan bersama di parkiran. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kebersamaan, bukan untuk menghina makanan yang diberikan.
Bahkan, ia menyebut bahwa istilah "jomet" yang juga muncul dalam video hanyalah candaan khas dalam budaya Sunda.
Menanggapi kontroversi yang berkembang, ia mengaku tidak menyangka video tersebut akan viral dan menimbulkan beragam reaksi negatif.
Baca Juga: Viral Video Pengendara Motor Bonceng Tiga Melintasi Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek
Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung.
"Saya minta maaf kalaupun itu ada yang tersinggung, tapi di saya sendiri pribadi pun tidak ada niatan untuk menghina ataupun ketersinggungan itu sendiri," tuturnya.
Sebagai pembelajaran, ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam berbicara dan bertindak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masa mendatang.
Ia memahami bahwa setiap kata yang diucapkan bisa memiliki makna berbeda bagi orang lain, sehingga perlu lebih bijak dalam bersikap.
(Levinda Melati)
Comment