PALESTINA, CEKLISSATU -- Hamas dan Israel telah sepakat akan menghentikan perang Gaza, pada Rabu (15/01/2025). Gencatan senjata tersebut disambut warga Gaza. Dalam perjanjian mengarah pada pertukaran tahanan antara kedua belah pihak.
Hamas menyebutkan, perjanjian gencatan senjata merupakan hasil dari ketahanan rakyat Palestina serta pejuang perlawanan.
Kesepakatan gencatan senjata itu juga sebagai pencapaian bagi rakyat Palestina, kelompok perlawanan, dunia Islam, dan para pencari kebebasan di seluruh dunia.
Baca Juga: Ditengah Gejolak Geopolitik, Institut Tazkia Akan Sambut 23 Mahasiswa Gaza
Disebutkan juga perjanjian gencatan senjata bersumber dari tanggung jawab gerakan kepada rakyat Gaza untuk menghentikan perang genosida, serta pertumpahan darah musuh zionis kepada mereka.
Hamas mengatakan, tanggung jawabnya terhadap warga Gaza yang sabar dengan menghentikan agresi Zionis terhadap mereka.
Diketahui, negosiasi untuk mencapai kesepakatan sudah berlangsung dengan mediasi Amerika, Qatar, dan Mesir.
Baca Juga: Jalankan Misi Kemanusiaan, TNI Kirimkan Sembilan Tenaga Kesehatan Bantu Korban Perang di Gaza
Dilansir dari berbagai sumber, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyatakan, Hamas dan Israel telah sepakat menghentikan perang di Gaza.
Menurutnya kesepakatan tersebut akan mulai berlaku pada Minggu 19 Januari 2025.
Pada konferensi pers di Doha Rabu (15/01/2025) malam, PM Qatar mengungkapkan, Hamas setuju untuk membebaskan 33 tahanan Israel dengan imbalan tahanan Palestina selama fase pertama perjanjian, yang akan berlangsung selama enam minggu.
Baca Juga: Delapan WNI Masih Berada di Gaza, Setelah Serangan Israel ke Rafah
Kemudian rincian fase kedua dan ketiga perjanjian akan ditentukan setelah fase pertama selesai.
Sementara itu, tim dari Mesir, AS, dan Qatar akan memantau pelaksanaan kesepakatan serta mekanisme tindak lanjut akan dibentuk untuk tujuan tersebut.
Walaupun Hamas dan Qatar telah mengonfirmasi perjanjian gencatan senjata, belum ada reaksi resmi dari rezim Israel sampai saat ini.
Beberapa jam sebelumnya, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebutkan, beberapa poin yang belum terselesaikan masih ada dalam kesepakatan gencatan senjata, tetapi mengharapkannya akan diselesaikan malam ini.
Dalam gencatan senjata, tahap pertama perjanjian juga akan adanya penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza tengah, dan kembalinya warga Palestina ke rumah mereka di utara jalur tersebut.
Kesepakatan gencatan senjata mengakhiri lebih dari 15 bulan genosida Israel di Gaza di mana sedikitnya 46.707 warga Palestina tewas dan 110.265 lainnya terluka.
Pasca pengumuman kesepakatan gencatan senjata, kepala negosiator Hamas Khalil al-Hayya mengatakan, Operasi Badai Al Aqsa menandai momen penting dalam sejarah perjuangan Palestina.
Ia memuji keteguhan hati rakyat Palestina dan keberanian para pejuang perlawanan mereka dalam menggagalkan rencana musuh, dan bahwa rakyat Gaza tidak akan melupakan mereka yang berpartisipasi dalam genosida.
Comment