BOGOR, CEKLISSATU - Ditengah padatnya tugas kuliah, deadline presentasi, hingga tuntutan mencari referensi akademik, banyak mahasiswa kini mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai “asisten tambahan”. Jika dulu mahasiswa identik dengan begadang mencari jurnal dan membuat PPT semalaman, sekarang berbagai platform AI hadir untuk membantu pekerjaan jadi lebih cepat dan efisien.
Namun, penggunaan AI bukan sekadar soal “copas tugas”. Banyak tools AI justru membantu mahasiswa memahami materi, merangkum jurnal, membuat presentasi, hingga mencari ide penelitian dengan lebih terstruktur. Berikut deretan AI yang ramai digunakan mahasiswa dan dianggap bisa membantu meningkatkan produktivitas akademik.
Baca Juga: Perkuat Kolaborasi Global, UI Jajaki Kemitraan dengan Shenzhen Chaoshan Chamber Of Commerce Tiongkok
1. ChatGPT
Nama ChatGPT sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa. AI buatan OpenAI ini sering digunakan untuk membantu brainstorming ide, merangkum materi, membuat kerangka tulisan, hingga menjelaskan topik rumit dengan bahasa yang lebih sederhana. Meski praktis, mahasiswa tetap perlu kritis karena jawaban AI tidak selalu akurat dan tetap membutuhkan proses pengecekan ulang.
2. Claude
Claude dikenal memiliki kemampuan membaca dokumen panjang dengan lebih rapi dan detail. Banyak mahasiswa memanfaatkannya untuk menganalisis jurnal, membantu membuat esai, hingga menyusun tulisan akademik dengan gaya bahasa yang lebih natural. AI ini dikembangkan oleh Anthropic.
3. Grok
Grok merupakan AI milik xAI yang terintegrasi dengan platform X. AI ini dikenal lebih santai dan sering memberikan jawaban dengan gaya yang lebih ringan. Sebagian mahasiswa menggunakannya untuk mencari sudut pandang baru atau mengikuti isu yang sedang ramai dibicarakan di media sosial. Namun, karena basisnya dekat dengan percakapan real-time, pengguna tetap perlu memverifikasi informasi yang didapat.
4. NotebookLM
NotebookLM dari Google menjadi salah satu tools favorit mahasiswa yang sering membaca jurnal atau bahan kuliah. Pengguna bisa mengunggah dokumen sendiri, lalu AI akan membantu membuat rangkuman, poin penting, hingga menjawab pertanyaan berdasarkan dokumen tersebut. Fitur ini dinilai membantu mahasiswa memahami materi tanpa harus membaca ulang ratusan halaman.
5. Gamma
Bagi mahasiswa yang sering presentasi dadakan, Gamma menjadi solusi praktis. Platform dari Gamma ini dapat membuat slide presentasi otomatis hanya dari beberapa kalimat perintah. Desainnya juga dianggap lebih modern dibanding presentasi konvensional, sehingga banyak dipakai untuk tugas kelompok maupun seminar.
6. ScholarGPT
ScholarGPT cukup populer di kalangan mahasiswa yang sedang menyusun karya ilmiah atau skripsi. AI ini biasanya digunakan untuk membantu mencari referensi akademik, menjelaskan teori, hingga memahami isi jurnal penelitian. Meski begitu, mahasiswa tetap perlu memastikan sumber referensinya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
7. Gemini
Gemini merupakan AI dari Google Gemini yang terhubung dengan berbagai layanan Google. Banyak mahasiswa memanfaatkannya untuk membantu menulis, mencari ide, hingga mengolah informasi dengan cepat. Integrasinya dengan ekosistem Google membuat AI ini cukup praktis digunakan untuk aktivitas perkuliahan sehari-hari.
8. Microsoft Copilot
Copilot dari Microsoft Copilot sering digunakan mahasiswa yang aktif memakai Word, PowerPoint, atau Excel. AI ini membantu membuat draft tulisan, merangkum dokumen, hingga menyusun data lebih cepat. Untuk mahasiswa yang sering membuat laporan atau presentasi, fitur ini dinilai cukup membantu menghemat waktu.
9. Elicit
Elicit dikenal sebagai AI yang fokus pada pencarian dan analisis paper akademik. Platform dari Elicit ini membantu pengguna menemukan penelitian relevan, membandingkan hasil studi, hingga menyusun tinjauan literatur. Karena fokusnya akademik, Elicit cukup banyak dipakai mahasiswa tingkat akhir.
10. Agentic AI
Selain chatbot AI biasa, istilah Agentic AI juga mulai ramai dibahas. Teknologi ini merujuk pada AI yang dapat menjalankan tugas secara lebih mandiri, seperti mencari informasi, menganalisis data, hingga mengambil langkah tertentu secara otomatis. Meski masih berkembang, konsep ini diprediksi akan semakin banyak digunakan di dunia pendidikan dan pekerjaan di masa depan.
Comment