BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus memperkuat strategi untuk menekan angka pengangguran yang masih mencapai sekitar 99.300 orang. 

Salah satu langkah untuk mengurangi pengangguran di kota Bandung yang disiapkan adalah memperbanyak penyelenggaraan job fair, mengoptimalkan layanan rekrutmen digital, serta membuka lebih banyak peluang magang dan bekerja di luar negeri.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana menyatakan, tengah menyiapkan perubahan besar dalam pola pelatihan kerja, program magang luar negeri hingga penyelenggaraan job fair agar lebih efektif menjangkau pencari kerja.

Baca Juga: 4.700 Orang Datangi Job Fair Kota Bogor, Disnaker: Proses Rekrutmen Pencari Kerja Bisa Lebih Cepat

"Angka pengangguran kita memang masih tinggi. Karena itu kami terus bekerja keras agar jumlah tersebut terus berkurang meskipun situasi ekonomi sedang penuh tantangan," kata Yayan dikutip Rabu (1/7/2026).

Mulai 2027, pola pelatihan kerja akan dibagi menjadi dua skema. 

Pelatihan dasar seperti memasak, tata rambut hingga keterampilan digital yang tidak memerlukan sertifikasi akan dilaksanakan oleh perangkat daerah lain, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi UKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Sosial dan Dinas lainnya.

Baca Juga: Pengangguran Terbuka Tinggi, DPR Sebut Perlu Sinergi Dunia Pendidikan, Industri, dan Kebijakan Ketenagakerjaan

Disnaker Kota Bandung akan fokus pada pelatihan berbasis kompetensi yang menghasilkan sertifikasi sehingga peserta memiliki daya saing lebih tinggi di dunia kerja.

Selain itu, skema magang ke luar negeri juga diubah. Jika sebelumnya pemerintah terlebih dahulu melatih peserta secara massal sebelum diberangkatkan, kini Disnaker memberikan subsidi langsung kepada calon peserta yang sudah dipastikan diterima oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk bekerja atau magang di luar negeri.

"Kami sekarang jemput bola. Ketika ada warga Bandung yang sudah siap berangkat melalui LPK, kami memberikan subsidi. Dengan begitu bantuan menjadi lebih tepat sasaran," ujarnya.

Baca Juga: Angka Pengangguran di Jakarta Turun jadi 6,05 Persen, Pramono Anung Sebut Sektor Ini Penyumbang Terbanyak

Yayan menilai, peluang kerja di luar negeri masih sangat terbuka. 

Perubahan pola tersebut dilakukan setelah evaluasi menunjukkan banyak peserta pelatihan sebelumnya batal berangkat karena berbagai faktor, termasuk kendala dari keluarga.

Di sisi lain, Disnaker Kota Bandung juga mengubah konsep penyelenggaraan job fair. 

Jika sebelumnya dipusatkan di satu tempat, kini kegiatan tersebut akan berpindah-pindah ke kecamatan yang memiliki kebutuhan tenaga kerja tinggi sehingga lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga: 4.700 Orang Datangi Job Fair Kota Bogor, Disnaker: Proses Rekrutmen Pencari Kerja Bisa Lebih Cepat

Selain itu, pelaksanaan job fair kini diperkuat melalui sistem daring menggunakan aplikasi New Bimma. 

Melalui platform tersebut, pencari kerja dapat melamar pekerjaan tanpa harus datang langsung ke lokasi, sedangkan perusahaan tetap difasilitasi untuk melakukan proses rekrutmen secara terpusat.

Saat ini tercatat sekitar 20 perusahaan membuka lebih dari 2.492 lowongan kerja melalui New Bimma. Di luar itu, tersedia pula sekitar 1.792 lowongan dari platform nasional yang dapat diakses masyarakat.

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Rebutan Ratusan Lowongan di Job Fair Kota Bogor, Disnaker Beri Penjelasan

"Hal yang kami lakukan adalah mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang mencari pekerjaan. Karena itu intensitas job fair kami tingkatkan menjadi sebulan sekali dan pelaksanaannya dibuat lebih efisien melalui sistem online," jelasnya.

Disnaker juga menghadirkan layanan Talent Hub secara gratis. 

Program ini memberikan tes minat dan bakat bersama psikolog sehingga pencari kerja dapat mengetahui bidang pekerjaan yang paling sesuai dengan potensi mereka.

Baca Juga: Job Fair Kabupaten Bogor Sediakan 1.824 Lowongan Kerja, Begini Respon Bupati Rudy Susmanto

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Kota Bandung saat ini masih didominasi sektor perdagangan, ritel, pemasaran (sales) hingga logistik dan ekspedisi. Sementara sektor perhotelan masih relatif terbatas, meski kebutuhan kemampuan komunikasi dan public speaking tetap tinggi.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Bandung menargetkan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,22 persen.