JAKARTA, CEKLLISSATU.COM - Pisang ternyata memiliki klasifikasi yang berbeda dari anggapan banyak orang.
Dalam ilmu botani, buah pisang masuk kategori berry sejati karena memenuhi seluruh kriteria ilmiah, sementara stroberi dan raspberry justru tidak.
Definisi kelompok berry jauh lebih spesifik daripada sekadar buah kecil berwarna cerah.
Sebuah buah bisa disebut berry jika memenuhi tiga kriteria utama, di antaranya berkembang dari satu bunga yang memiliki satu ovarium, memiliki tiga lapisan daging yang berbeda dari paling luar yaitu eksokarp, mesokarp pada bagian tengah dan endokarp yang fungsinya menampung biji di bagian paling dalam, serta memiliki dua biji atau lebih yang tertanam di dalam daging buah.
Baca Juga: Buah Naga, Si Buah Terang yang Bermanfaat untuk Kecantikan
Dengan kriteria tersebut pisang memenuhi semua kriteria berry sejati.
Dimana pisang berkembang dari satu bunga dengan satu ovarium, memiliki kulit sebagai lapisan luar yaitu eksokarp, dilanjut ke daging putih sebagai bagian tengah berdaging yaitu mesokarp, dan sisa-sisa biji kecil yang tertanam dalam daging buah bernama endokarp.
Berbanding terbalik, buah yang paling sering dianggap sebagai bagian dari keluarga berry justru tidak termasuk dalam keluarga berry secara botani.
Baca Juga: Ini Dia Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan
Yaitu strawberry, raspberry, dan blackberry melainkan mereka diklasifikasikan sebagai buah agregat atau buah majemuk karena mereka berkembang dari bunga dengan lebih dari satu ovarium.
Pada stroberi, bagian merah berdaging yang kita makan sebenarnya bukanlah buah, melainkan dasar bunga yang membengkak (receptacle).
Sementara bintik-bintik kecil berwarna kuning di permukaan stroberi yang sering dianggap sebagai biji sebenarnya adalah buah sejati kecil yang disebut achene.
\Baca Juga: Disandingkan dengan Ginseng, Ini Keajaiban Tanaman Kelor untuk Manusia
Klasifikasi berry dalam botani ternyata sangat berbeda dengan penggunaan istilah sehari-hari. Apa yang dikenal dengan sebutan berry dalam percakapan sehari-hari sering kali tidak sesuai dengan definisi ilmiahnya.
(MG/Ade Pramitha)
Comment