‎
‎“Journaling itu bukan sekadar diary, tetapi cara untuk mengurai pikiran dan perasaan diri sendiri. Lewat journaling, seseorang bisa lebih mengenal dirinya, menjadi lebih self aware, serta memahami arah hidup berdasarkan apa yang dirasakan dan dialami setiap harinya,” ujar Agatha Oktavina.
‎
‎Banyak anak muda kini mulai menggunakan journaling untuk menuliskan pengalaman harian, target hidup, rasa syukur, hingga hal-hal yang membuat mereka cemas. Kegiatan sederhana tersebut dianggap dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang setelah menjalani aktivitas yang padat.
‎
‎Meski sering dikaitkan dengan tulisan yang rapi dan estetik, journaling sebenarnya tidak harus selalu terlihat sempurna. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberi ruang bagi seseorang untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara bebas tanpa takut dihakimi.
‎
‎Di tengah kehidupan yang serba cepat dan padat, journaling menjadi salah satu cara sederhana yang banyak dipilih anak muda untuk lebih mengenal diri sendiri sekaligus menjaga kesehatan mental mereka.

Siti Balqis Sari Manah (mgng)