Yang membuat Kabupaten Bogor semakin bangga, dua peserta Gita Bahana Nusantara 2026 yang tampil ternyata berasal dari wilayah Cibinong.
Menurut Fadli, keberadaan talenta lokal dalam panggung nasional tersebut menjadi bukti bahwa daerah memiliki potensi besar yang harus terus diberi ruang.
Gita Bahana Nusantara 2026 bukan kelompok musik biasa. Para anggotanya merupakan putra-putri Indonesia yang telah melewati proses audisi dan seleksi ketat.
Peserta direkrut dari 38 provinsi, dengan masing-masing provinsi mengirimkan empat orang. Selain itu, sekitar 60 musisi juga diseleksi untuk memperkuat pertunjukan.
Mereka terdiri dari pelajar dan mahasiswa yang kemudian mendapat kesempatan tampil dalam rangkaian perayaan kemerdekaan.
Setelah tampil di Pakansari, para talenta muda tersebut akan kembali menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 di Istana.
Mereka akan membawakan lagu kebangsaan, lagu nasional, lagu daerah hingga lagu populer.
Fadli menegaskan, pertunjukan tersebut bukan hanya soal musik. Ada pesan besar yang ingin disampaikan, yakni memperkuat rasa nasionalisme sekaligus memperlihatkan keberagaman budaya Indonesia.
“Lagu-lagu yang dibawakan mencerminkan kekayaan budaya kita, keberagaman budaya kita, dan semangat nasionalisme, patriotisme yang tinggi,” kata Fadli.
Di balik gegap gempita konser, Fadli juga mengingatkan bahwa Kabupaten Bogor menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa.
Menurutnya, Bogor memiliki potensi wisata budaya, sejarah, religi, kuliner hingga alam.
Kementerian Kebudayaan bahkan tengah memberikan perhatian terhadap sejumlah situs peninggalan sejarah di wilayah tersebut.
Salah satunya Batu Cianten yang akan dikembangkan menjadi museum. Selain itu, ada sejumlah situs penting seperti Prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi I, Kebon Kopi II, Prasasti Jambu hingga temuan di Arca Domas.
Comment