JAKARTA, CEKLISSATU - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menghadiri KTT G20 di Bali, Indonesia. 

"Ini keputusan kepala negara, mengingat jadwalnya dan perlunya dia tinggal di Federasi Rusia," kata Peskov, dikutip dari kantor berita AFP, pada Jumat 11 November 2022.

Pernyataan Peskov disampaikan sehari setelah Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dipastikan mewakili Rusia pada KTT G20 di Bali.

Jodi Mahardi, juru bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan Putin akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Kendati demikian, Presiden Putin akan bergabung dengan salah satu pertemuan secara virtual, katanya.

Sebagai tuan rumah KTT G20, Indonesia telah menolak tekanan dari negara-negara Barat dan Ukraina untuk menarik undangannya kepada Putin dari KTT. Indonesia juga menolak mengeluarkan Rusia dari kelompok tersebut atas perang di Ukraina, dengan mengatakan tidak memiliki wewenang untuk melakukannya tanpa konsensus di antara anggota.

Presiden Indonesia Joko Widodo dalam sebuah wawancara dengan Financial Times mengatakan Rusia disambut baik di KTT itu, yang ia khawatirkan akan dibayangi oleh peningkatan ketegangan internasional yang "sangat mengkhawatirkan".

"G20 tidak dimaksudkan untuk menjadi forum politik. Ini dimaksudkan untuk membahas ekonomi dan pembangunan," katanya seperti dikutip.

Indonesia juga telah mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, yang mengatakan dia tidak akan ambil bagian jika Putin melakukannya dan diharapkan untuk bergabung secara virtual. Sejumlah pemimpin dunia lainnya akan menghadiri KTT G20 yang dimulai pada 10 November, termasuk Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping.