Baca Juga: Ditargetkan 2028, Pemindahan Pusat Pemerintah Kota Bogor
“Mudah-mudahan mulai tahun 2026, kuncinya komunikasikan dengan baik. Kalau bisa pakai sistem, lebih baik. Sehingga setiap anggota DPRD satu per satu datang lagi ke dapilnya, berbekal data,” tegas Hery.
Di lokasi yang sama, Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, memaparkan beberapa perkembangan menyangkut permasalahan prioritas yang dihadapi Bogor Utara. Hal-hal tersebut mencakup kesehatan, pendidikan, dan kebersihan.

Pada pilar kesehatan, angka stunting menurun dari 358 balita pada 2023 menjadi 277 balita pada Agustus 2024.
Selain itu, angka buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) juga mengalami penurunan dengan berhasil mengintervensi 1.922 Kartu Keluarga (KK).
Bogor Utara juga berhasil menurunkan jumlah warga miskin hingga 31 persen.
Pada pilar pendidikan, angka putus sekolah di Bogor Utara mengalami penurunan. Anak putus sekolah usia 6-21 tahun tercatat sebanyak 472 jiwa, yang akan menjadi usulan program prioritas pada Musrenbang kali ini.
Comment