Feri menambahkan bahwa keberadaan kereta api Sukabumi (KA Lokal Pangrango) diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui destinasi pariwisata dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) 

Pada kesempatan yang sama, Executive Vice President Daop 1 Jakarta, Yuskal Setiawan  menyambut baik kedatangan Wakil Ketua DPRD Sukabumi, Feri Sri Astrina beserta jajaran.

IMG-20250124-WA0057.webp

Yuskal menyampaikan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk Komisi I DPRD Sukabumi dalam mendukung kemajuan transportasi massal di wilayah Kabupaten/Kota Sukabumi.

“KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen memberikan pelayanan prima dan menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, serta berkelanjutan,” ungkap Yuskal.

Baca Juga: Percantik Kawasan Jalur Kereta Api, KAI dan Pemkab Bogor Lakukan Ini

Lebih lanjut, Yuskal menambahkan bahwa berbagai langkah strategis yang telah dilakukan KAI untuk meningkatkan pelayanan penumpang di wilayah Daop 1 Jakarta.

“Stasiun Sukabumi dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pelayanan pendukung stasiun  sesuai dengan standart pelayanan minimum (SPM), serta Per 1 Februari 2025 frekuensi  perjalanan KA Pangorango relasi Bogor Sukabumi ditambah 2 perjalanan menjadi 8 perjalanan dari sebelumnya sebelumnya hanya 6 perjalanan,” ungkap Yuskal. 

Berikut jadwal KA Lokal Pangrango keberangkatan Bogor (BOO) dan Sukabumi (SI) Pada Gapeka 2025 (1 Februari 2025);

_*KA Lokal Pangrango dari stasiun Bogor Tujuan Sukabumi*_
1. KA224 Berangkat pukul 07.45 wib, tiba pukul 09.30 wib.
2. KA226 Berangkat pukul 12.40 wib, tiba pukul 14.25 wib.
3. KA228 Berangkat pukul 17.00 wib, tiba pukul 18.45 wib.
4. KA230 Berangkat pukul 21.20 wib, tiba pukul 23.05 wib.

_*KA Lokal Pangrango dari stasiun Sukabumi Tujuan Bogor*_
1. KA223 Berangkat pukul 05.10 wib, tiba pukul 06.57 wib
2. KA225 Berangkat pukul 10.30 wib, tiba pukul 12.15 wib
3. KA227 Berangkat pukul 14.50 wib, tiba pukul 16.35 wib
4. KA239 Berangkat pukul 19.10 wib, tiba pukul 20.55 wib

Untuk perjalanan, KA Pangrango menempuh waktu 1 jam 45 menit baik dari stasiun Bogor ke Sukabumi maupun sebaliknya. sedangkan KA Lokal Pangrango membawa 2 kelas yaitu kelas Ekonomi dan Eksekutif.

Saat ini, penjualan tiket KA Pangrango dapat dilakukan H-7 sebelum keberangkatan. Pelanggan yang memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon 121 atau media sosial resmi @KAI121.

Yuzkal mengatakan bahwa kunci suksesnya transportasi perkeretaapian adalah konektivitas dan integrasi. 

"Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar perkeretaapian di wilayah Sukabumi semakin berkembang dan maju,” kata Yuskal. 

Selanjutnya, Yuskal menjelaskan inovasi KAI dalam mengedukasi masyarakat tentang jejak karbon (carbon footprint) kini tersedia pada tiket kereta api yang dicetak maupun melalui aplikasi Access by KAI dan email bukti pembayaran.

"Jejak karbon adalah ukuran jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan suatu aktivitas. Semakin rendah jejak karbon, semakin ramah lingkungan. Kereta api adalah moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dibanding moda lainnya," ujar Yuskal.

Ia menambahkan manfaat jejak karbon bagi penumpang dapat memberikan referensi perhitungan emisi perjalanan dan memberikan edukasi tentang pentingnya menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti kereta api.

“Kami optimis, dengan sinergi yang baik, layanan transportasi dapat memenuhi ekspektasi masyarakat,” tutup Yuskal.