BOGOR, CEKLISSATU -  Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Megamendung, Kabupaten Bogor, menggelar razia gabungan untuk membersihkan joki, pak ogah, dan calo di berbagai persimpangan jalan kawasan Puncak. 

Kapolsek Megamendung, AKP Dedi Hermawan, mengatakan razia ini melibatkan aparat gabungan dan berhasil mengamankan 15 orang yang kedapatan meminta uang dari pengendara dengan modus mengatur arus lalu lintas. 

"Razia apel siaga yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Megamendung ini dihadiri Camat serta jajaran Polsek, Satpol PP, Satlantas, Buser dan Intel Polres Bogor, Babinsa, Babinmas, serta para kepala desa," ujar AKP Dedi Hermawan. 

Razia dimulai dari Simpang Gadog, dilanjutkan menyusuri Jalan Cikopo Selatan, Simpang Sukabirus, hingga ke Desa Sukamaju, Sukamanah, Sukaresmi, Tanjakan Cihanjawar Desa Sukagalih, Kuta, dan Sukakarya. 

Baca Juga : Apresiasi Bank Sampah Desa Mitra, Indocement Kembali Selenggarakan Bank Sampah Awards 2024

"Razia juga dilakukan di Simpang Desa Megamendung, Cipayung Girang, Cipayung Datar, dan Pasir Angin," tambahnya pada Kamis, 26 Desember 2024. 

Di sepanjang jalur alternatif, aparat menemukan anak-anak di bawah umur yang menjadi calo dengan cara menjulurkan kardus untuk meminta uang. Mereka hanya diberikan imbauan agar segera pulang ke rumah. 

Sebanyak 15 orang yang diamankan dikumpulkan di Aula Kecamatan Megamendung untuk diberikan pembinaan oleh Kapolsek dan Camat Megamendung. 

Razia ini, menurut Dedi, merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). 

"Mulai hari ini, jangan sampai ada lagi calo di wilayah Megamendung. Jika ditemukan pelanggaran hukum, kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas. Jika tidak, akan dilakukan pembinaan," tegasnya. 

Hal senada disampaikan Camat Megamendung Ridwan Ia menjelaskan bahwa razia ini merupakan tindak lanjut atas kejadian viral terkait aktivitas joki yang meresahkan, termasuk pemukulan terhadap wisatawan oleh warga setempat. 

"Razia ini adalah bentuk sinergi untuk menciptakan wilayah Megamendung yang bebas dari joki, pak ogah, dan calo yang meresahkan. Razia ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan," tandas Ridwan.