Hal yang sama kini sedang dijalankan di Desa Malasari, wilayah yang berada di ujung barat Kabupaten Bogor dan dikenal memiliki akses yang terbatas. 

Saat muncul petmasalahan yang mendesak, keberadaan pimpinan daerah secara langsung di lapangan dianggap penting untuk mengurusi hal tersebut.

Baca Juga: Pemkab Bogor Perkuat Satgas MBG dan TBC, Bupati Rudy Susmanto Tekankan Pentingnya Evaluasi Rutin

“Begitu juga di Malasari, begitu ada yang urgent, nggak bisa jauh-jauh, chemistry-nya nggak dapet,” tegas Ajat Rochmat Jatnika.

Sebagai bagian dari pendekatan ini, Pemkab juga tengah mengupayakan penyediaan fasilitas penumjang di wilayah Malasari, termasuk layanan transportasi sekolah untuk anak-anak di daerah tersebut.

“Malasari sekarang didorong penyediaan mobil sekolah, seperti itulah, biarbisa melihat, mendengar, merasakan keluh kesah dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, itu maksudnya,” ujar Ajat Rochmat Jatnika.

Baca Juga: Ditengah Isu KLB MBG, Pemkab Bogor Utamakan Pengolahan Sampah Dapur

Lebih lanjut, Ajat Rochmat Jatnika menambahkan bahwa seluruh perangkat kerja akan didorong agar pelayanan dan penyelesaian masalah di lapangan dapat berlangsung lebih efektif.