KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberikan klarifikasi terkait munculnya wacana aktivitas "ngantor" di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, yang sempat menimbulkan salah persepsi di masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan dimaksudkan untuk memindahkan kantor pemerintahan secara permanen ke wilayah tersebut. 

Melainkan, ini adalah strategi kehadiran langsung Pemkab Bogor sebagai bentuk respons cepat terhadap masalah yang dinilai mendesak di daerah terpencil.

Baca Juga: HUT Ke-66 PEPABRI dan Ke-47 FKPPI, Sekda Bogor: Terus Berkontribusi Nyata Dalam Berbagai Sektor Pembangunan

“Gini sebenernya, konteksnya adalah kita hadir di daerah terpencil, artinya ketika masalah itu harus kita selesaikan, dan masalahnya day to day atau jam per jam, maka pimpinan harus hadir di titik itu,” ucap Ajat Rochmat Jatnika kepada Ceklissatu.com.

Wacana “ngantor” ini sejatinya telah lebih dulu diterapkan di wilayah Parung Panjang, sebagai langkaj konkret untuk menangani isu-isu lokal yang membutuhkan perhatian langsung. 

Ajat Rochmat Jatnika menyebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto, telah ditugaskan selama tiga hari bekerja dari lokasi tersebut untuk menyelesaikan masalah kemacetan dan aktivitas transportasi tambang.

Baca Juga: Pimpin Rakor Pencegahan Korupsi Bersama KPK, Wabup Jaro Ade Pastikan Pemkab Bogor Pertahankan WTP

“Memang kita sudah mencoba ngantor di Parung Panjang, Pak Bayu (Kadishub) contohnya diperintahkan ngantor di Parung Panjang, dia tiga hari kemarin di Parung Panjang,” katanya.