Terkait respons masyarakat, Jenal memastikan hingga saat ini tidak ada lagi penolakan terhadap pembangunan jembatan tersebut.


"Sampai hari ini tidak ada penolakan karena tuntutan masyarakat sudah kami penuhi. Tenaga kerja dilibatkan, warung warga diberdayakan, lahan juga disewa dari masyarakat, termasuk nanti petugas keamanan berasal dari warga sekitar. Ini pembangunan dari uang rakyat untuk kepentingan rakyat," ujarnya.


Jenal juga mengungkapkan bahwa saat proses audiensi, masyarakat sempat mengusulkan pembangunan jembatan di titik lain. Namun, usulan tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran dan proses perizinan.


"Tidak menutup kemungkinan ke depan kita akan mengupayakan pembiayaan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Perizinannya juga cukup panjang. Saya bahkan datang langsung ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Cawang agar proses perizinan dipercepat. Mudah-mudahan titik-titik lainnya juga bisa direalisasikan secara bertahap," katanya.


Dalam kesempatan itu, Jenal juga menjelaskan adanya penyesuaian posisi bangunan Posyandu di sekitar lokasi agar pembangunan jembatan dapat terlaksana.


"Posyandu yang ada di sisi jembatan kami mundurkan sehingga tidak menghalangi pijakan jembatan. Sekalian dilakukan pembangunan ulang karena mendapat bantuan dari pemerintah. Nantinya juga akan dibangun akses ram menuju gang dengan penyesuaian elevasi sekitar satu meter dari jembatan," jelasnya.