Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor kemudian melakukan serangkaian sosialisasi dan dialog dengan masyarakat dari kedua kelurahan.


"Kami mendatangi dua kelurahan dan menyosialisasikan pentingnya akses penghubung ini. Hampir enam kali pertemuan kami lakukan bersama lurah, camat, dinas terkait, Babinsa, Bhabinkamtibmas, bahkan masyarakat kami undang ke Balai Kota. Alhamdulillah, ikhtiar panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil dan hari ini pembangunan sudah berjalan dengan progres positif, lebih dari 4 persen," katanya.


Jenal menyebut pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 26 pekan dengan nilai anggaran sekitar Rp2,7 miliar melalui proses lelang oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor sebagai leading sector.


Selain pembangunan fisik, Pemkot Bogor juga memenuhi sejumlah aspirasi masyarakat sekitar, salah satunya dengan melibatkan warga dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Ka Bogor Fest dan Skybridge Warnai Pembukaan HJB ke-544, Simbol Kolaborasi untuk Bogor Lebih Modern


"Kurang lebih 40 warga direkrut sebagai tenaga kerja secara bergiliran sesuai kebutuhan proyek. Kami juga meminta pihak ketiga memanfaatkan warung dan kantin milik warga sekitar. Nantinya akan ada portal untuk membatasi jam operasional jembatan serta petugas keamanan yang berasal dari masyarakat setempat," jelasnya.


Jembatan tersebut memiliki bentang sepanjang 48 meter dengan lebar bersih 1,8 meter atau sekitar 2,4 meter termasuk struktur tiang.


"Jembatan ini bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun, penggunaannya nanti akan kembali dibahas bersama masyarakat, apakah hanya untuk pejalan kaki atau juga kendaraan bermotor. Yang pasti, untuk kondisi darurat seperti warga sakit atau kendaraan jenazah, akses akan dibuka selama 24 jam," katanya.