Menurutnya, metode hidroponik ini sangat cocok bagi masyarakat yang tinggal di wilayah padat penduduk atau memiliki lahan terbatas. Ini bukan sekadar solusi pertanian, tapi bagian dari gerakan kemandirian pangan yang sehat dan berkelanjutan.
"Inovasi ini diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha baru, terutama bagi kelompok ibu rumah tangga dan pemuda desa," bebernya.
Kunjungan kerja ini juga menjadi ajang evaluasi pelayanan publik di lapangan. Wakil Bupati Bogor meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, layanan UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, pembuatan kartu pencari kerja, hingga pelayanan pajak kendaraan bermotor.
“Kami ingin memastikan pelayanan benar-benar menyentuh masyarakat, dan memahami langsung tantangan yang dihadapi. Solusi harus lahir dari dialog bersama, bukan dari balik meja,” tambahnya.

Jaro Ade mengapresiasi sinergi seluruh pihak dari pemerintah desa, lembaga, komunitas hingga pelaku usaha lokal yang bersama-sama menggerakkan roda perubahan di Megamendung. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Kabupaten Bogor yang adil, makmur, dan sejahtera.
Baca Juga: Wabup Jaro Ade Luncurkan Desa Digital, Teknologi untuk Rakyat hingga Pelosok Kabupaten Bogor
Selanjutnya, Camat Megamendung, Ridwan, menyampaikan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor sebagai kunci untuk mewujudkan harapan masyarakat.
Comment