KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM - Ketua LSM Peduli Rakyat Bogor (PRB), M. Johan Pakpahan, meminta semua pihak tidak membangun kontra opini terkait dugaan gagal bayar proyek Pemerintah Kabupaten Bogor tahun anggaran 2025. 

Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan masih ada pengusaha yang hingga kini belum menerima pembayaran, meski pekerjaan telah selesai.

“Faktanya pengusaha memang belum dibayar dan alasan administrasi dan ada juga kerjaan beres jauh-jauh sebelumnya belum dibayar,” kata Johan, Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: Kegagalan Pembayaran Giat di Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Bogor, PRB Sebut Ada Miskomunikasi

Johan menegaskan, pemberitaan mengenai keterlambatan pembayaran proyek bukanlah opini, melainkan kondisi riil yang dialami para kontraktor. 

Ia menilai keliru jika fakta tersebut kemudian dibenturkan dengan tudingan opini atau asumsi politik.

“Nah kalau ada pihak keberatan dengan pemberitaan ini kita jangan ada kata opini inikan faktanya anggota Asosiasi Pengusaha konstruksi belum dibayar dan sudah bersabar,” katanya.

Baca Juga: Soroti Kasus OTT KPK Terhadap Bupati Bekasi, Ketua LSM PRB: Jangan Terjadi di Kabupaten Bogor

Ia juga menilai publik saat ini sudah cukup cerdas untuk membedakan fakta dan opini. 

Johan menolak anggapan bahwa pemberitaan soal tunggakan proyek diarahkan untuk menuduh pihak tertentu.