Dalam proses tersebut, Lawang Gintung memaparkan sejumlah program unggulan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan warga, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.
Salah satu inovasi utama yang ditampilkan adalah Basuh Anting atau Bapak Asuh Atasi Stunting. Program ini menyasar anak stunting dan Keluarga Risiko Stunting (KRS) melalui pendampingan dan pemberian asupan gizi, seperti telur, susu, roti, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“Program Basuh Anting dijalankan tanpa menggunakan dana APBD. Kami mengandalkan swadaya wilayah dan dukungan coorporate social responsibilities (CSR). Alhamdulillah, dampaknya cukup nyata karena angka stunting di Lawanggintung terus menurun,” jelas Erika.
Selain penanganan stunting, Lawang Gintung juga menjalankan program Tas Jaket atau Tuntas Kejar Paket. Program ini bertujuan menekan angka putus sekolah dengan menjaring anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal untuk kembali bersekolah melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tanpa dipungut biaya.
“Beberapa anak yang ikut program Tas Jaket sudah kembali melanjutkan pendidikan. Ada yang bekerja, bahkan ada yang diterima di perguruan tinggi negeri,” ungkapnya.
Tak hanya fokus pada inovasi sosial, kelurahan ini juga memaparkan penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang mencakup sektor infrastruktur, lingkungan, sosial ekonomi, kesehatan, dan pelayanan publik yang selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kota Bogor.
Comment