BOGOR, CEKLISSATU - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menghadiri sekaligus membuka Talk Show Penguatan Peran Keluarga dan Pencegahan Stunting bertema "Pentingnya Pengasuhan dan Nutrisi Tepat Menuju Indonesia Emas 2045" di Ruang Yerusalem Lantai 4 GSJA Bethlehem, Jalan Suryakencana No. 93, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (30/6/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Jenal Mutaqin mengapresiasi keterlibatan berbagai yayasan, donatur, dan pemangku kepentingan yang selama ini berkontribusi dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Bogor.

"Kota Bogor kembali mendapat perhatian dari para donatur dan dermawan yang fokus bergerak di bidang pengentasan, penurunan, dan pencegahan stunting. Hari ini saya berada di Yayasan Lentera Mandiri Harapan Bangsa yang, setelah kami telusuri, sejak 2017 telah berkiprah memberikan bantuan kepada balita dan anak-anak di sekitar wilayah kelurahan," ujar Jenal.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 30 balita yang mendapat pendampingan dari yayasan tersebut. Menurutnya, konsistensi para donatur menjadi bukti bahwa penanganan stunting di Kota Bogor dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Baca Juga: Dheri Wiriadirama Camat Bogor Tengah Beberkan Tantangan Ring 1, Mulai Stunting, PKL hingga Kota Layak Anak

"Ini menjadi ikhtiar sekaligus syiar yang kuat bahwa Kota Bogor serius menangani stunting, tidak hanya oleh Pemerintah Kota Bogor, tetapi juga didukung berbagai donatur dan stakeholder yang peduli serta konsisten. Yang terpenting, bantuan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diberikan secara rutin setiap bulan," katanya.

Pada kesempatan itu, Jenal juga memperkenalkan aplikasi Bebas Stunting (BESTI) yang diluncurkan pada Januari 2026. Aplikasi tersebut memungkinkan yayasan, lembaga, dan para donatur memantau perkembangan anak-anak penerima bantuan secara berkala.


"Melalui aplikasi BESTI, para yayasan dan donatur nantinya dapat memantau langsung perkembangan anak-anak yang dibantu, mulai dari berat badan, status gizi, nutrisi, lingkar kepala hingga tinggi badan. Kami akan memberikan akun sehingga mereka dapat mengakses data tersebut melalui telepon genggam masing-masing," jelasnya.