BOGOR, CEKLISSATU– Kabupaten Bogor tercatat sebagai daerah dengan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terbanyak di Jawa Barat. Terkait hal ini mendapat tanggapan langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Menurutnya, angka tersebut harus dipahami secara proporsional karena Kabupaten Bogor juga merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.
Rudy menjelaskan, dengan populasi mencapai lebih dari 6,19 juta jiwa, berbagai indikator sosial dan kesehatan, termasuk jumlah ODGJ, secara alami akan lebih tinggi dibandingkan daerah lain yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit.
"Jika Kota Bogor memiliki sekitar 1,2 juta penduduk dengan sekitar 3.000 ODGJ, sementara Kabupaten Bogor berpenduduk lebih dari 6 juta jiwa dengan sekitar 6.000 ODGJ, maka perbandingan tersebut harus dilihat berdasarkan jumlah penduduknya," ujarnya.
Baca Juga: Pria ODGJ Ngamuk Lukai Keluarganya dengan Senjata Tajam di Dramaga Bogor
Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tidak menutup mata terhadap persoalan kesehatan jiwa. Pemkab terus berupaya meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat fasilitas sosial bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus.
Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah pengembangan Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) di Citeureup. Fasilitas tersebut saat ini menjadi tempat pembinaan bagi lansia dan tunawisma, sekaligus terus dibenahi agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik.
Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga menyiapkan rencana pembangunan fasilitas sosial yang lebih besar dan representatif di kawasan Pondok Rajeg. Fasilitas baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan bagi kelompok rentan, termasuk ODGJ, lansia, dan masyarakat dengan kebutuhan sosial khusus lainnya.
Terkait usulan pembangunan rumah sakit jiwa di Kabupaten Bogor, Rudy menilai kebutuhan layanan kesehatan jiwa saat ini masih dapat dipenuhi melalui kerja sama lintas daerah. Menurutnya, sinergi antara Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan wilayah lainnya menjadi kunci untuk memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang optimal.
"Fasilitas kesehatan yang dimiliki masing-masing daerah dapat saling melengkapi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.
Saat ini, selain BKS milik Pemkab Bogor di Citeureup, terdapat pula Balai Kesejahteraan Sosial milik Kementerian Sosial di Galuga yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan masyarakat dengan kebutuhan sosial khusus. Sementara untuk pelayanan kesehatan jiwa yang lebih komprehensif, masyarakat masih dirujuk ke fasilitas rumah sakit jiwa yang berada di Kota Bogor.
Dengan penguatan fasilitas sosial dan kolaborasi antarwilayah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap layanan bagi ODGJ dan kelompok rentan lainnya dapat terus meningkat, sejalan dengan upaya mewujudkan sistem perlindungan sosial yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Comment