“Ramp check tetap kita lakukan, seperti di Terminal Bubulak dan Terminal Baranangsiang bersama Kementerian Perhubungan. Kami juga akan mendatangi beberapa perusahaan otobus seperti Lorena untuk memastikan kesiapan armada angkutan antarkota,” jelasnya.
Sujatmiko menambahkan bahwa Kota Bogor bukan merupakan jalur utama arus mudik lintas daerah seperti wilayah Pantura. Oleh karena itu, kondisi lalu lintas saat Lebaran umumnya relatif lebih lengang dibanding daerah tujuan mudik lainnya.
“Kota Bogor bukan daerah lintasan utama seperti Cirebon atau Indramayu. Biasanya saat Lebaran justru relatif sepi karena banyak warga yang mudik keluar kota. Kota Bogor lebih banyak menjadi titik awal pemberangkatan pemudik,” ujarnya.
Baca Juga: Cegah Curanmor Saat Mudik Lebaran, Polres Bogor Siapkan Penitipan Kendaraan Gratis
Meski demikian, Dishub tetap mengimbau masyarakat, khususnya pemudik yang menggunakan sepeda motor, agar memperhatikan faktor keselamatan selama perjalanan.
“Bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor kami imbau untuk menjaga kondisi fisik, beristirahat jika lelah, dan tidak memaksakan diri. Jangan membawa barang berlebihan hingga menutup spion atau mengganggu pandangan. Gunakan jalur kiri dan utamakan keselamatan,” katanya.
Selain arus mudik, Dishub juga mengantisipasi potensi kepadatan saat pelaksanaan Salat Idul Fitri di sejumlah lokasi di Kota Bogor.
Comment