Untuk rencana ke depan, Fadli Zon juga berencana menyimpan berbagai artefak serta menyusun narasi sejarah mengenai Kerajaan Pajajaran dan budaya Sunda di kawasan tersebut.
“Menurut rencana, akan dibuat teater sehingga kawasan ini bisa menjadi kantong kebudayaan, tempat kegiatan seni dan budaya, seminar, serta workshop, terutama bagi generasi muda,” katanya.
Ia berharap integrasi antara Situs Prasasti Batutulis dan Museum Pajajaran dapat membentuk satu ekosistem kebudayaan yang utuh.
“Kita harapkan ini menjadi satu ekosistem antara situs Batutulis dan Museum Pajajaran. Ada peran provinsi, kota, dan pemerintah pusat dengan komitmen bersama, tentu didukung komunitas, seniman, dan budayawan di Bogor. Mudah-mudahan pada 2026, secara bertahap, cita-cita ini bisa kita realisasikan,” harapnya.
Baca Juga: Soal Pembatas Jalan di Underpass Batutulis Bogor, Lurah Minta Pihak Vendor untuk Segera Lakukan Ini
Terkait anggaran, Fadli Zon menegaskan bahwa revitalisasi dilakukan secara efisien dengan tujuan utama menjaga keamanan dan kelestarian Prasasti Batutulis.
“Anggarannya tidak banyak, kita lakukan secara efisien. Yang penting tahap awal ini situs Batutulis bisa diamankan terlebih dahulu. Selama ini kadang ada yang memegang, menyiram dengan minyak, dan macam-macam, itu bisa merusak batu. Batu bisa mengalami pelapukan, kerusakan, bahkan memudar,” jelasnya.
Untuk itu, prasasti kini diamankan dengan pelindung kaca agar tetap terlihat oleh masyarakat tanpa risiko kerusakan.
Comment