BOGOR, CEKLISSATU.COM – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyiapkan wajah baru kawasan Batutulis melalui pengembangan empat kawasan publik yang saling terhubung.
Proyek yang mencakup Leuweung Batutulis, museum, taman, trase baru, hingga Stasiun Batutulis itu digadang-gadang menjadi destinasi baru yang estetik, nyaman, dan menarik bagi warga maupun wisatawan.
“Ini calon taman, Taman Leuweung Batutulis. Semuanya terintegrasi. Ada museum, ada Leuweung Batutulis, ada trase baru, ada taman, dan juga Stasiun Batutulis. Mudah-mudahan bisa terwujud. Tanggung kalau kita tidak sekalian menyelesaikan aspek estetikanya. Lokasinya strategis dan indah, jadi jangan setengah-setengah,” ujar Dedie Rachim saat meninjau pembangunan Leuweung Batutulis, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: Akses Motor Jalan Saleh Danasasmita di Bongkar dan Ditutup hingga Oktober 2026, Ini Penjelasannya
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan wajah baru kawasan Batutulis yang lebih tertata, nyaman, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Dalam kesempatan yang sama, Dedie juga menjelaskan terkait rencana perbaikan dan penguatan tebing di kawasan Jalan Saleh Danasasmita yang terdampak pergerakan tanah beberapa waktu lalu.
“Kalau perbaikan tebing itu merupakan kewenangan Balai Besar Teknik Perkeretaapian Jawa Barat di Bandung. Jadi saya perlu meluruskan bahwa tanggung jawabnya berada di BTP,” tegasnya.
Baca Juga: Trase Baru Batutulis Segera Dibangun, Walikota Bogor Pastikan Selesai Tepat Waktu
Dedie menambahkan, Pemerintah Kota Bogor telah berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) terkait penanganan tebing tersebut.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Dirjen. Tentu pihaknya sedang menyiapkan anggaran. Semuanya harus diusulkan, diproses, dan dibahas terlebih dahulu. Itu merupakan bagian dari mekanisme yang harus dilalui,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar penanganan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan trase baru, tetapi juga memperhatikan perbaikan infrastruktur pendukung lainnya, termasuk area underpass.
“Saya juga ingin mengingatkan bahwa jangan sampai pembangunan di satu sisi sudah selesai, tetapi perbaikan pada area underpass belum maksimal. Semua harus ditangani secara terpadu agar hasilnya optimal,” pungkas Dedie.
Comment