Dedi S (58), petani dari Leuwisadeng menjelaskan bahwa bendungan Cimaya awalnya dibangun pada 2018 dan menjadi penopang utama irigasi untuk lahan pertanian di Blok Bantarjaya, Citeras Leuwisadeng, hingga ke Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang.
Baca Juga: Camat Megamendung Desak PT WIKA Tanggung Jawab Dampak Kerugian Warga
Sementara, total luas lahan yang bergantung pada bendungan ini mencapai ratusan hektare.
"Kalau aliran dari Cimaya lancar, petani di dua kecamatan ini tidak perlu khawatir akan gagal panen,” tutur Arip Ekon, tokoh tani setempat.
Dengan dimulainya proyek rehabilitasi ini, warga berharap perbaikan dilakukan secara permanen dan tahan lama agar kebutuhan air pertanian tidak lagi menjadi persoalan tahunan. (DIDIN KHAERUDIN)
Comment